Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jenis sampah yang dibuang pun beragam, mulai dari sampah plastik, pakaian bekas, hingga bangkai binatang yang menimbulkan bau tidak sedap.
“Kami merasa kecewa karena masih ada oknum yang membawa sampah dari rumah lalu membuangnya di wilayah kami. Sampah yang dibuang tidak hanya berupa plastik dan pakaian, tetapi juga bangkai binatang,” ungkapnya.
Ia menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan, terlebih ketika sampah menumpuk di pesisir pantai yang seharusnya menjadi kawasan bersih dan nyaman bagi masyarakat.
Selain merusak panorama alam, tumpukan sampah juga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit.
Sampah Ganggu Aktivitas Nelayan
Persoalan sampah juga mulai berdampak pada mata pencaharian warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
Menurut Aikim, aktivitas melaut sering terganggu karena sampah yang terbawa arus memenuhi perairan di sekitar pesisir. Kondisi tersebut menyulitkan nelayan saat mencari ikan dan menurunkan kenyamanan saat beraktivitas di laut.
Ia menegaskan bahwa pencemaran pesisir bukan hanya persoalan kebersihan semata, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil laut.
Ancam Kesehatan Warga, Terutama Anak-anak
Tidak hanya mengganggu lingkungan dan aktivitas nelayan, penumpukan sampah juga berdampak pada kualitas udara di sekitar permukiman.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan