Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) semakin dekat mewujudkan pembukaan Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat Program Doktor (S3).

Tahapan penting tersebut ditandai dengan pelaksanaan evaluasi lapangan secara virtual oleh Direktorat Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Selasa (7/7/2026).

Evaluasi ini merupakan bagian dari proses verifikasi faktual untuk memastikan kesiapan Undana dalam menyelenggarakan pendidikan doktoral, mulai dari kelengkapan administrasi, kurikulum, sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.

Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., jajaran pimpinan universitas, serta tim Task Force pengusul Prodi S3 Kesehatan Masyarakat. Dari pihak Kemdiktisaintek, evaluasi dilakukan bersama tim asesor yang menelaah seluruh dokumen dan kesiapan institusi.

Kurikulum Disiapkan Sesuai Karakteristik Wilayah Kepulauan

Proses evaluasi dipimpin dua evaluator dari Universitas Padjadjaran (Unpad), yakni Prof. Dr. apt. Tiana Milanda, M.Si. dan Prof. Dr. Dany Hilmanto, dr., Sp.A(K).

Dalam asesmen tersebut, tim evaluator menelaah rancangan kurikulum, profil lulusan, hingga kesiapan akademik program doktor yang dirancang untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan dan lahan kering seperti Nusa Tenggara Timur.

Lulusan program ini nantinya diproyeksikan menjadi peneliti, akademisi, pengambil kebijakan, serta pemimpin di bidang kesehatan masyarakat yang mampu menghasilkan inovasi berbasis kebutuhan daerah.

Lengkapi Jenjang Pendidikan Kesehatan di Undana

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, mengatakan pembukaan Program Doktor Kesehatan Masyarakat merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat ekosistem pendidikan kesehatan secara utuh.

Menurutnya, kehadiran program doktor akan melengkapi jenjang pendidikan yang telah dimiliki Undana, mulai dari program sarjana hingga magister.

“Besar harapan kami proses ini memberikan keyakinan kepada evaluator bahwa Undana layak untuk melengkapi ekosistem program studi ilmu kesehatan masyarakat, mulai dari jenjang S1, S2, hingga kini jenjang S3. Kami siap menuntaskan beberapa catatan perbaikan dari evaluator dalam jangka waktu dua minggu ke depan,” ujar Prof. Jefri Bale.

Sementara itu, perwakilan Direktorat Kelembagaan Kemdiktisaintek, Osvaldo Sativa Amastha, menjelaskan bahwa evaluasi lapangan secara virtual merupakan tahap akhir klarifikasi sebelum usulan pembukaan program studi diproses lebih lanjut.

Menurutnya, proses ini bertujuan memastikan seluruh data yang telah diajukan melalui dokumen usulan sesuai dengan kondisi nyata di lingkungan kampus sehingga mutu penyelenggaraan pendidikan tetap terjaga.

Diharapkan Jawab Tantangan Kesehatan Khas NTT

Kehadiran Program Doktor Kesehatan Masyarakat di Undana dinilai memiliki arti strategis bagi pembangunan kesehatan di Nusa Tenggara Timur.

Selama ini, berbagai persoalan seperti tingginya angka stunting, gizi buruk, serta angka kematian ibu dan bayi masih menjadi tantangan di berbagai daerah, terutama di wilayah kepulauan dan lahan kering yang memiliki karakteristik berbeda dengan daerah lain di Indonesia.

Melalui program doktor ini, Undana diharapkan mampu melahirkan peneliti dan akademisi yang menghasilkan riset berbasis kondisi lokal sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.

Selain memperkuat kapasitas penelitian, keberadaan program ini juga membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan, dosen, maupun aparatur pemerintah di NTT untuk melanjutkan pendidikan doktor tanpa harus menempuh studi di luar daerah.

Apabila resmi dibuka, Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat akan menjadi tonggak penting bagi Undana dalam memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu kesehatan di Indonesia Timur, sekaligus mendukung lahirnya inovasi dan kebijakan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)