Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan dengan teknologi tepat guna yang sederhana sehingga mampu memproduksi paving block secara mandiri dengan kualitas yang sesuai standar konstruksi.
“Melalui pelatihan ini, warga diharapkan mampu menghasilkan paving block berkualitas sendiri sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah,” jelas Margareth.
Praktik Langsung dengan Metode Learning by Doing
Usai penyampaian materi, peserta langsung mengikuti praktik pembuatan paving block. Mereka terlibat dalam setiap tahapan produksi, mulai dari menyiapkan bahan, mencampur material sesuai komposisi, mencetak menggunakan cetakan manual, melakukan pemadatan, hingga memahami teknik curing agar produk memiliki kekuatan dan daya tahan yang optimal.
Metode learning by doing dipilih agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri setelah pelatihan selesai.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan. Peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba secara langsung proses produksi dengan pendampingan tim dosen. Pelatihan ini juga menjadi wadah bertukar pengalaman mengenai kebutuhan pembangunan infrastruktur desa dan pemanfaatan teknologi sederhana sebagai solusi bagi masyarakat.
Buka Peluang Usaha Baru bagi Masyarakat
Anggota tim PkM, Ir. Patricia Sonia Amalo, S.T., M.T., mengatakan pelatihan ini bertujuan mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan material konstruksi lokal.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan