Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperluas jejaring akademik di tingkat nasional. Kali ini, Undana resmi menjalin kemitraan strategis dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) di Aula Agus Benu Lantai III Program Pascasarjana Undana, Kupang, Selasa (14/7/2026).

Kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret kedua perguruan tinggi dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengelolaan sumber daya lahan kering, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, serta pemberdayaan wilayah perbatasan Republik Indonesia–Republik Demokratik Timor-Leste (RI-RDTL).

Riset Lahan Kering Lima Tahun Didukung Pendanaan EQUITY

Kerja sama ini mengangkat tema “Kolaborasi Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Lahan untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat”.

Program tersebut dirancang berlangsung selama lima tahun dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua universitas. Pelaksanaannya didukung skema pendanaan inovasi akademik EQUITY yang diperoleh UGM hingga tahun 2030.

Melalui pendanaan tersebut, Undana dan UGM kembali menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif yang melibatkan mahasiswa sejak Juni hingga Agustus 2026.

Selain KKN, kerja sama ini juga diarahkan pada empat fokus penelitian utama, yaitu:

  • Ketahanan lingkungan dan pelestarian wisata berkelanjutan.
  • Konservasi budaya serta pengembangan ekonomi lokal berbasis adaptasi perubahan iklim El Niño.
  • Kesehatan keluarga berkelanjutan.
  • Konservasi air dan tanah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., mengatakan karakteristik Nusa Tenggara Timur sebagai wilayah kepulauan lahan kering menjadi potensi besar untuk dikembangkan melalui riset ilmiah.

“Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah kepulauan lahan kering yang karakteristiknya sangat memengaruhi sendi kehidupan masyarakat lokal, mulai dari mata pencaharian, bentuk rumah adat, hingga makanan pokok. Saya berharap kita dapat menggali seluruh potensi ini secara ilmiah agar membawa dampak positif bagi kedua institusi dan kemaslahatan masyarakat luas,” ujarnya.

Perkuat KKN Tematik dan Pengembangan Desa Perbatasan

Setelah penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion bertema “Penguatan Kolaborasi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat di Wilayah Perbatasan Republik Indonesia–Republik Demokratik Timor Leste”.

FGD dipandu oleh Koordinator Penelitian dan Publikasi SPs UGM, Ahmad Suparmin, S.P., M.Agr.Sc., Ph.D.

Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini sejatinya telah dimulai sejak 2024 dan terus berkembang.

Pada 2025, mahasiswa KKN Tematik Undana dan UGM berhasil menyusun dokumen profil desa secara komprehensif di Desa Sadi, Desa Tulakadi, dan Desa Dualaus yang berada di kawasan perbatasan RI-RDTL.

Dokumen tersebut memuat potensi dan kebutuhan desa di bidang kesehatan, pariwisata, hingga pemberdayaan budidaya lahan sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang lebih terarah.

Wakil Dekan Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama SPs UGM, Prof. Dr. Ir. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut., M.Agr., menegaskan keberhasilan pembangunan wilayah perbatasan membutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi lokal.

Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman El Niño

Kemitraan antara Undana dan UGM juga diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi masyarakat perbatasan, mulai dari krisis pangan akibat perubahan iklim, keterbatasan layanan kesehatan, hingga belum optimalnya pemanfaatan potensi ekonomi lokal.

Melalui riset multidisiplin yang berkelanjutan, kedua perguruan tinggi berupaya menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Implementasi kerja sama lima tahun ini diharapkan menghasilkan berbagai inovasi dalam pengelolaan lahan kering, konservasi air dan tanah, peningkatan kesehatan keluarga, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

Selain menghasilkan publikasi ilmiah, hasil penelitian juga akan dihilirisasikan dalam bentuk teknologi terapan yang mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas masyarakat, sekaligus memperkuat daya tahan wilayah perbatasan menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk ancaman El Niño.

Melalui kolaborasi strategis ini, Undana dan UGM menegaskan komitmennya untuk menjadikan kawasan perbatasan RI-RDTL sebagai laboratorium pembangunan berbasis riset yang mampu menghasilkan inovasi nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan sosial dan pangan di beranda terdepan Indonesia. (*/rnc)