Menurut Jean-Pierre, kehadiran TK Negeri Poma bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, tetapi juga menjadi simbol harapan bagi masa depan anak-anak di Sumba Barat Daya.

“Semoga sekolah ini menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, percaya diri, dan mampu meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla menegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab SBD dan Bali Life Foundation bukan hanya seremoni administratif, melainkan bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan perubahan nyata melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

Menurut Bupati, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan sinergi dengan lembaga sosial, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini menjadi modal penting dalam mewujudkan visi Kabupaten Sumba Barat Daya Hebat yang Berkarakter, Sehat, Cerdas, Berketahanan Pangan, dan Berbudaya menuju Indonesia Emas 2045,” kata Ratu Wulla.

Ia menambahkan, peresmian TK Negeri Poma merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Karena itu, ia berharap sekolah tersebut dapat menjadi ruang belajar yang aman, ramah anak, inklusif, serta didukung tenaga pendidik yang berdedikasi dan keterlibatan aktif orang tua dalam membentuk karakter peserta didik sejak dini.