Ba’a, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang resmi meluncurkan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan penelitian di Kabupaten Rote Ndao sebagai bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan yang berdampak dan berkelanjutan.

Peluncuran program tersebut menjadi langkah nyata implementasi kerja sama antara Undana dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam menghadirkan solusi berbasis riset terhadap berbagai tantangan pembangunan di daerah.

Acara yang berlangsung Kamis (23/7/2026) ini dihadiri langsung oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, Wakil Rektor III Undana Dr. Rudy Rohi, SH., M.Si., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Drs. Jonas M. Selly, MM., para asisten, pimpinan perangkat daerah, tim guru besar, dosen, serta mahasiswa Universitas Nusa Cendana.

Turut hadir sejumlah guru besar Undana, di antaranya Prof. David Pandie, Prof. Jimmy Pello, Prof. Roby Pellokila, Prof. Gemini Malelak, dan Prof. Petrus Kase.

Dalam program tersebut, Undana menerjunkan sebanyak 53 pengabdi yang tergabung dalam 46 tim, terdiri atas satu tim profesor atau guru besar dan 45 tim dosen dari berbagai fakultas serta Program Pascasarjana.

Program ini mengangkat tema “Penelitian Undana Berdampak untuk Kabupaten Rote Ndao dalam Mewujudkan World Class and Impact University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan yang Berdampak dan Berkelanjutan.”

Bupati: Undana Paling Memahami Kondisi NTT

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Universitas Nusa Cendana yang memilih Rote Ndao sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian dan penelitian.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah dibangun sejak awal masa kepemimpinannya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Universitas Nusa Cendana yang telah memilih Kabupaten Rote Ndao sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat,” ujar Paulus Henuk.

Ia mengungkapkan, setelah dilantik sebagai Bupati, dirinya beberapa kali melakukan komunikasi dengan pimpinan Undana, para profesor, hingga Rektor untuk membangun kolaborasi yang kini mulai diwujudkan melalui berbagai program nyata.

“Saya sangat bangga. Setelah dilantik saya beberapa kali berkunjung ke Undana, bertemu dengan para profesor dan Rektor. Dari komunikasi itulah lahir MoU, dan hari ini kita menyaksikan implementasi nyata dari kerja sama tersebut,” katanya.

Paulus Henuk menilai Undana merupakan perguruan tinggi yang paling memahami karakteristik dan persoalan yang dihadapi masyarakat Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Rote Ndao.

Karena itu, pemerintah daerah lebih memilih membangun sinergi dengan Undana dibandingkan mendatangkan perguruan tinggi dari luar daerah yang dinilai belum tentu memahami kondisi lokal.

“Saya yakin Undana adalah perguruan tinggi yang paling memahami kondisi dan berbagai persoalan di Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Rote Ndao. Karena itu saya lebih memilih membangun kolaborasi dengan Undana daripada mengundang perguruan tinggi dari luar yang belum tentu memahami karakteristik daerah kita,” tegasnya.

Riset Diharapkan Jawab Tantangan Daerah

Bupati berharap hasil penelitian dan inovasi yang dihasilkan para akademisi Undana mampu memberikan rekomendasi konkret untuk mengatasi berbagai persoalan pembangunan di Rote Ndao.

Beberapa isu prioritas yang diharapkan mendapat perhatian melalui riset tersebut antara lain penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan angka stunting, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah.

Ia juga memaparkan sejumlah sektor strategis yang membutuhkan dukungan penelitian, seperti pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, hingga pengembangan energi baru terbarukan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah mengusulkan pembangunan Akademi Kelautan kepada pemerintah pusat sebagai upaya menjadikan sektor kelautan sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Paulus Henuk juga mengungkapkan capaian positif Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menyebut PAD Rote Ndao yang sebelumnya berada di kisaran Rp24 miliar berhasil meningkat menjadi sekitar Rp49,93 miliar pada akhir 2025.

Sementara hingga semester pertama tahun 2026, realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp25 miliar.

Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi daerah yang masih dapat terus dikembangkan melalui dukungan riset dan inovasi.

“Kami berharap hasil riset dari para dosen Undana juga dapat memberikan rekomendasi dan strategi untuk terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah tanpa membebani masyarakat kecil,” jelasnya.

Undana Tegaskan Kampus Harus Hadir Memberikan Solusi

Sementara itu, Wakil Rektor III Undana Dr. Rudy Rohi menyampaikan permohonan maaf dari Rektor Undana yang tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut karena masih dalam suasana duka keluarga.

Dalam sambutannya, Rudy Rohi menegaskan bahwa penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari komitmen Undana untuk menghadirkan perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao beserta seluruh masyarakat yang telah membuka ruang kolaborasi bersama Universitas Nusa Cendana.

Menurut Rudy Rohi, berbagai persoalan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui program ini, Undana menghadirkan puluhan tim peneliti yang terdiri atas guru besar, doktor, magister, dosen lintas disiplin ilmu, serta mahasiswa untuk melakukan penelitian lapangan sekaligus pengabdian bersama masyarakat Rote Ndao.

“Penelitian bukan hanya tentang menghasilkan tulisan ilmiah, tetapi bagaimana ilmu pengetahuan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga mendidik, mengabdi, dan menghadirkan solusi melalui kerja nyata,” ungkap Rudy Rohi.

Ia menambahkan, konsep kampus berdampak yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menuntut perguruan tinggi agar semakin dekat dengan masyarakat serta mampu menjawab persoalan sosial yang dihadapi daerah.

“Jika di sekitar kampus masih terdapat persoalan seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, rendahnya literasi, dan berbagai persoalan sosial lainnya, maka perguruan tinggi harus mengambil peran lebih besar untuk hadir memberikan solusi,” katanya.

Rudy Rohi berharap kemitraan antara Universitas Nusa Cendana dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus diperkuat sehingga mampu menghasilkan berbagai inovasi yang mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

“Menjadi universitas berkelas dunia yang tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat adalah sebuah proses panjang. Dibutuhkan inovasi, kerja keras, kolaborasi, dan keberanian untuk melakukan perubahan,” pungkasnya. (rnc)