Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao beserta seluruh masyarakat yang telah membuka ruang kolaborasi bersama Universitas Nusa Cendana.

Menurut Rudy Rohi, berbagai persoalan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui program ini, Undana menghadirkan puluhan tim peneliti yang terdiri atas guru besar, doktor, magister, dosen lintas disiplin ilmu, serta mahasiswa untuk melakukan penelitian lapangan sekaligus pengabdian bersama masyarakat Rote Ndao.

“Penelitian bukan hanya tentang menghasilkan tulisan ilmiah, tetapi bagaimana ilmu pengetahuan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga mendidik, mengabdi, dan menghadirkan solusi melalui kerja nyata,” ungkap Rudy Rohi.

Ia menambahkan, konsep kampus berdampak yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menuntut perguruan tinggi agar semakin dekat dengan masyarakat serta mampu menjawab persoalan sosial yang dihadapi daerah.

“Jika di sekitar kampus masih terdapat persoalan seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, rendahnya literasi, dan berbagai persoalan sosial lainnya, maka perguruan tinggi harus mengambil peran lebih besar untuk hadir memberikan solusi,” katanya.