Atambua, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Belu terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026, Bunda PAUD Kabupaten Belu, Ny. Lidwina Viviawaty Ng Lay, bersama Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Belu, Ny. Maria Fridolin Besin Leon, secara resmi meluncurkan program pemberian susu gratis bagi anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Peluncuran program berlangsung pada Senin (27/7/2026) di dua lokasi, yakni Kantor Desa Henes, Kecamatan Lamaknen Selatan, dan Kantor Camat Lasiolat.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Belu dalam memenuhi kebutuhan gizi anak usia dini sekaligus mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dukung Pertumbuhan Fisik dan Kognitif Anak

Bunda PAUD Kabupaten Belu, Vivi Lay, menjelaskan bahwa program pemberian susu difokuskan untuk mendukung pertumbuhan fisik maupun perkembangan kognitif anak usia dini.

Menurutnya, konsumsi susu secara rutin berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, gigi, otak, dan otot anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan.

Ia juga meluruskan anggapan masyarakat yang mengaitkan program tersebut dengan penanganan stunting.

Menurut Vivi Lay, pemberian susu bagi anak PAUD memiliki tujuan yang berbeda karena penanganan stunting lebih berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hingga anak berusia dua tahun.

“Susu bagi anak PAUD sangat penting untuk fondasi tubuh mereka. Saat ini Dinas Pendidikan memberikan susu satu kali seminggu. Namun, jika desa dapat berpartisipasi menambah frekuensinya menjadi dua kali seminggu, akan ada perbedaan besar dalam kualitas tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Program Harus Berjalan Konsisten

Vivi Lay menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaannya.

Ia meminta seluruh tutor dan pengelola PAUD memastikan distribusi susu dilakukan secara rutin tanpa jeda yang terlalu lama.

Menurutnya, pemberian susu harus dilakukan secara berkesinambungan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak.

“Pemberian susu ini seperti terapi; harus diberikan terus-menerus dengan jangka waktu yang sama. Jangan sampai sebulan hanya minum dua kali. Kita harus kawal bersama agar anak-anak mendapatkan manfaat maksimal,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Belu atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Pada tahap awal, program menjangkau:

  • 6 PAUD di Gugus Mebupor (PKG Bei PO 2), Kecamatan Lamaknen Selatan.
  • 14 PAUD di PKG Laka Lorok, Kecamatan Lasiolat.

Susu Gratis Dibagikan Setiap Hari Senin

Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Belu, Maria Fridolin Besin Leon, mengatakan program susu gratis akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin.

Pelaksanaannya akan dipantau langsung oleh Bunda PAUD tingkat kecamatan maupun desa untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan program membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, hingga masyarakat.

“Anak-anak merupakan generasi emas yang akan melanjutkan pembangunan daerah ini. Karena itu, pemenuhan gizi mereka harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap gerakan ini terus berkembang menjadi gerakan besar yang manfaatnya akan dirasakan oleh anak-anak kita di masa depan,” katanya.

Investasi Terbaik untuk Masa Depan Anak

Maria menegaskan bahwa investasi terbaik bagi anak tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi.

Pendidikan yang berkualitas, pola pengasuhan yang baik, serta pendampingan orang tua juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi Belu yang unggul.

Perkuat Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Program pemberian susu gratis bagi anak PAUD merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Belu dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Melalui pemenuhan gizi sejak usia dini, pemerintah berharap anak-anak Belu dapat tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang optimal, serta siap menjadi generasi produktif yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Momentum Hari Anak Nasional 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa investasi pada anak-anak hari ini merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan Generasi Emas 2045, dengan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (*/rnc)