Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Malang, RakyatNTT.ID – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila (1 Juni), Hari Lahir Bung Karno (6 Juni), Hari Wafat Bung Karno (21 Juni), serta semangat Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955, Pusat Studi dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan (PUSDIPWASBANG) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar Blitar Education Trip (BET) Wawasan Kebangsaan pada Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan bertema “Merawat Sejarah, Meneguhkan Nasionalisme” ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran lapangan (field learning), seminar, dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bagi mahasiswa Wawasan Kebangsaan.
Mengusung subtema “Menelusuri Jejak Peradaban dan Nasionalisme: Dari Candi Penataran Hingga Rumah Bung Karno”, kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan mahasiswa Wawasan Kebangsaan yang melakukan pembelajaran langsung di sejumlah situs sejarah penting di Kabupaten dan Kota Blitar.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengunjungi Candi Penataran, Museum Bung Karno, Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Makam Bung Karno, serta Istana Gebang. Di setiap lokasi, mahasiswa mengikuti pemutaran film sejarah Bung Karno, menerima materi dari narasumber UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, melakukan observasi lapangan, wawancara, diskusi, hingga refleksi kebangsaan.
Selain itu, mahasiswa juga menyusun berbagai luaran akademik berupa artikel ilmiah populer, video edukatif, dokumentasi kegiatan, serta publikasi media sosial sebagai bagian dari diseminasi hasil pembelajaran.
Kepala PUSDIPWASBANG UNITRI, Agustinus Ghunu, SE., M.MA., M.AP., mengatakan pembelajaran wawasan kebangsaan tidak cukup hanya dilakukan di dalam ruang kelas. Menurutnya, mahasiswa perlu memperoleh pengalaman langsung agar mampu memahami nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, serta sejarah perjuangan bangsa secara lebih kontekstual.
“Mahasiswa tidak hanya mempelajari sejarah melalui buku, tetapi juga menghayati langsung jejak perjuangan bangsa di tempat-tempat bersejarah. Dari pengalaman tersebut diharapkan tumbuh kesadaran untuk merawat sejarah, memperkuat nasionalisme, serta menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Agustinus.
Ia menjelaskan, Blitar Education Trip merupakan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian berbasis pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, penguatan karakter kebangsaan, literasi sejarah, hingga promosi institusi dalam satu kegiatan akademik yang terencana dan berdampak nyata.
Menurut Agustinus, kegiatan tersebut juga memperkuat kerja sama PUSDIPWASBANG dengan pengelola situs sejarah dan museum di Kota maupun Kabupaten Blitar. Hasil kegiatan berupa artikel ilmiah, dokumentasi, video edukatif, dan publikasi digital diharapkan mampu memperluas diseminasi pengetahuan sekaligus meningkatkan visibilitas Universitas Tribhuwana Tunggadewi di ruang publik.
Ia menilai publikasi berbagai aktivitas akademik secara positif melalui media digital menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat citra, reputasi, dan eksistensi perguruan tinggi di tingkat regional maupun nasional.
Lebih lanjut, Agustinus menegaskan penguatan karakter kebangsaan dan nasionalisme generasi muda harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar mereka tidak melupakan sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
“Sejarah bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi fondasi untuk membangun masa depan bangsa. Perguruan tinggi juga harus mampu mengembangkan soft skills mahasiswa melalui budaya literasi, karya tulis ilmiah, serta berbagai konten kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kreativitas dan inovasi mahasiswa harus difasilitasi agar mampu meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta daya saing mereka sebagai generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan Blitar Education Trip menjadi implementasi nyata semangat JASMERAH (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah) yang diwariskan Bung Karno. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa sejarah tidak hanya menjadi catatan masa lalu, melainkan sumber inspirasi dalam membangun karakter, memperkuat persatuan, meneguhkan nasionalisme, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Melalui kegiatan ini, PUSDIPWASBANG UNITRI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berdampak dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda Indonesia. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan