“Pembangunan 32 ruas jalan strategis ini bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan NTT. Jalan yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya distribusi, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai wilayah,” ujar Gubernur Melki.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi NTT akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke daerah-daerah terpencil.

Menjangkau Timor, Flores, Sumba hingga Alor

Sebanyak 32 ruas jalan yang telah ditangani tersebar di berbagai wilayah di NTT, meliputi Pulau Timor, Flores, Sumba, Alor, Lembata, Rote Ndao, Sabu Raijua hingga Kota Kupang.

Beberapa ruas strategis yang telah selesai dikerjakan antara lain:

  1. Bondokodi–Waitabula
  2. Keliting–Wini–Sakato
  3. Betun–Motamasin
  4. Waepare–Bola
  5. Poma–Baiawa
  6. Wologai–Detukeli
  7. Simpang Patung Sonbai–Bello
  8. Jalan Yos Sudarso
  9. Watutuku–Mataraben
  10. Kalabahi–Kokar
  11. Panite–Kolbano
  12. Simpang Niki-Niki–Oenlasi
  13. Watowiti–Waiklibang
  14. Balauring–Wairiang
  15. Aeramo–Kaburea
  16. Serta sejumlah ruas jalan strategis lainnya di Kota Kupang.

Pembangunan ini diharapkan mampu memperlancar akses transportasi, meningkatkan konektivitas antardaerah, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Dinas PUPR Pastikan Pekerjaan Sesuai Standar

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak, memastikan seluruh paket pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta standar mutu yang telah ditetapkan.