Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dalam arahannya, Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla menegaskan bahwa kemandirian fiskal daerah tidak dapat terwujud tanpa pengelolaan pajak dan retribusi yang optimal.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak agar setiap potensi penerimaan daerah dapat dimaksimalkan dan tidak mengalami kebocoran.
“Sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, Samsat, OPD teknis, hingga pengelola SPBU sangat penting agar seluruh potensi penerimaan daerah dapat dikelola secara optimal untuk mendukung pembangunan,” ujar Ratu Wulla.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Dominikus Alpawan Rangga Kaka mengajak seluruh OPD pengelola retribusi dan para pelaku usaha untuk meningkatkan kedisiplinan dalam pelaporan serta transparansi data penerimaan.
Menurutnya, kepatuhan dan keterbukaan seluruh pihak akan menjadi kunci keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan pendapatan daerah secara berkelanjutan.
Melalui konsolidasi Satgas Optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini, Pemkab SBD optimistis tingkat kepatuhan wajib pajak dan wajib retribusi akan terus meningkat.
Pemerintah berharap peningkatan penerimaan daerah tersebut dapat dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan fasilitas publik yang lebih baik, serta peningkatan kualitas pelayanan sosial di Kabupaten SBD. (rnc29)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan