Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua resmi menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sabu Raijua.
Penyerahan Ranperda tersebut dilakukan dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Kamis (2/7/2026).
Sidang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Rae Edin Saputra Manoe Lado, dan dihadiri Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., bersama unsur pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat se-Kabupaten Sabu Raijua.
Dalam pidato pengantarnya, Wakil Bupati Thobias Uly mengungkapkan capaian membanggakan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua yang kembali memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Menurutnya, raihan tersebut merupakan opini WTP keenam secara berturut-turut sekaligus yang kedua selama masa kepemimpinan pemerintahan saat ini.
“Pencapaian ini merupakan opini WTP yang diraih untuk keenam kalinya secara berturut-turut, sekaligus menjadi yang kedua pada masa kepemimpinan kami. Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah serta kemitraan konstruktif bersama DPRD dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ujar Thobias Uly.
Pendapatan Daerah Capai Rp606,19 Miliar
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga memaparkan realisasi APBD Kabupaten Sabu Raijua Tahun Anggaran 2025.
Pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp606,19 miliar, yang terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp26,45 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp573,49 miliar, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp6,25 miliar.
Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp612,81 miliar, meliputi belanja operasi sebesar Rp437,30 miliar, belanja modal Rp83,79 miliar, belanja tidak terduga Rp1,09 miliar, dan belanja transfer Rp90,62 miliar.
Dari realisasi tersebut, APBD Kabupaten Sabu Raijua mencatat defisit anggaran sebesar Rp6,61 miliar.
SILPA 2025 Capai Rp60,2 Miliar
Selain defisit anggaran, Pemkab Sabu Raijua juga mencatat pembiayaan netto sebesar Rp66,82 miliar dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) mencapai Rp60,20 miliar.
Wakil Bupati menjelaskan bahwa SiLPA tersebut merupakan hasil efisiensi belanja serta adanya sejumlah kendala administratif dan teknis dalam pelaksanaan program.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memanfaatkan kembali sisa anggaran tersebut pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Wakil Bupati Instruksikan OPD Aktif Ikuti Pembahasan
Pada akhir sambutannya, Thobias Uly memberikan dua arahan penting kepada seluruh perangkat daerah.
Pertama, seluruh pimpinan OPD, khususnya pejabat Eselon II dan III, diminta mengikuti seluruh tahapan pembahasan Ranperda secara aktif agar proses klarifikasi bersama DPRD dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Kedua, perangkat daerah yang masih memiliki temuan dari hasil pemeriksaan BPK RI diminta segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi secara serius guna meningkatkan integritas pengelolaan keuangan daerah.
“Kami meminta seluruh perangkat daerah untuk aktif mengikuti pembahasan serta segera menyelesaikan seluruh rekomendasi BPK agar tata kelola keuangan daerah semakin baik dan akuntabel,” tegasnya.
DPRD Bahas Ranperda sebagai Evaluasi Pengelolaan APBD
Pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di DPRD diharapkan menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran sekaligus memperkuat tata kelola keuangan daerah yang lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Melalui pembahasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua berharap berbagai program pembangunan pada tahun-tahun mendatang dapat dijalankan secara lebih optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan