So’E, RakyatNTT.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) sekaligus Pendidikan Politik bagi Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten TTS sebagai bagian dari agenda konsolidasi organisasi sesuai Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung di GOR Nekamese, TTS, Kamis (23/7/2026), tersebut menjadi puncak konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan. Dalam kesempatan itu juga dilakukan pelantikan pengurus PAC dari 32 kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Musancab dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi Dr. Andreas Hugo Parera, Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Yunus Takandewa, Anggota DPR RI Stevano Rizki Adranacus, Ketua DPRD Provinsi NTT Ir. Emelia Julia Nomleni, jajaran pengurus DPD, DPC, PAC hingga pengurus ranting se-Kabupaten TTS.

TTS Dinilai Menjadi Barometer Politik di NTT

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, menegaskan bahwa Musancab bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi forum strategis untuk memperkuat struktur organisasi partai hingga tingkat kecamatan.

Menurutnya, Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki posisi penting dalam peta politik Nusa Tenggara Timur sehingga seluruh kader harus terus memperkuat basis organisasi dan menjaga kepercayaan masyarakat.

“TTS merupakan salah satu barometer politik. Kita patut berterima kasih kepada masyarakat TTS yang telah memberikan kepercayaan kepada PDI Perjuangan memimpin DPRD di TTS maupun di Provinsi NTT,” ujar Yunus.

Ia menambahkan, evaluasi organisasi akan terus dilakukan di setiap daerah pemilihan agar partai semakin siap menghadapi berbagai kontestasi politik mendatang.

Sebagai partai pemenang pemilu, kata Yunus, PDI Perjuangan tidak boleh terlena dengan capaian yang ada, melainkan harus terus hadir menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui kerja kader di tingkat kecamatan.

“Kalau kita solid, bukan tidak mungkin kemenangan itu bisa kita raih kembali,” tegasnya.

PAC Didominasi Perempuan dan Milenial

Yunus juga mengungkapkan bahwa kepengurusan PAC yang baru dilantik didominasi oleh perempuan dan generasi milenial.

Menurutnya, komposisi tersebut menjadi kekuatan baru mengingat pemilih saat ini didominasi oleh perempuan dan kalangan muda.

“Pemilih saat ini didominasi perempuan dan kaum milenial. Karena itu mari kita mulai menyusun strategi untuk memenangkan pertarungan politik ke depan,” katanya.

Ia optimistis semangat gotong royong seluruh kader di 32 kecamatan akan menjadi modal besar bagi PDI Perjuangan untuk kembali meraih kemenangan pada agenda politik mendatang.

“Hari ini adalah langkah awal yang baik. Saya yakin PDI Perjuangan di TTS akan menang dalam pertarungan politik ke depan,” tutup Yunus.

Andreas Hugo Parera: PDI Perjuangan Miliki Struktur Lengkap

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi, Dr. Andreas Hugo Parera, menyampaikan bahwa PDI Perjuangan saat ini memiliki struktur organisasi yang lengkap di seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan, partai telah memiliki kepengurusan di 38 provinsi melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 514 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh kabupaten/kota.

Menurut Andreas, pelaksanaan Musancab dan pelantikan PAC di 32 kecamatan TTS menjadi bagian penting dari konsolidasi organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

“Ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan telah memiliki struktur organisasi yang lengkap dan terkonsolidasi dengan baik. Hal ini bukan sesuatu yang mudah, tetapi berhasil kita bangun bersama,” ujarnya.

Tiga Tugas Utama Kader PAC

Andreas menegaskan, Musancab juga merupakan bagian dari revitalisasi organisasi mengingat dinamika partai yang terus berkembang, mulai dari kader yang purnatugas, berpindah partai hingga tidak lagi aktif.

Karena itu, pembentukan kepengurusan baru dinilai penting agar mesin partai tetap berjalan efektif hingga tingkat akar rumput.

Dalam arahannya kepada pengurus PAC yang baru dilantik, Andreas menekankan tiga tugas utama kader.

Pertama, membangun komunikasi politik yang baik dengan masyarakat agar mampu menjelaskan berbagai persoalan kebangsaan maupun kebijakan pemerintah secara benar.

Kedua, aktif melakukan advokasi terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk membantu warga mengakses berbagai program pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), BPJS Kesehatan, serta berbagai layanan sosial lainnya.

Ketiga, memperluas penggalangan masyarakat agar semakin banyak warga terlibat dalam aktivitas partai.

“Partai ini tidak boleh hanya diisi oleh kita-kita saja. Setelah melakukan komunikasi dan advokasi, kita harus mengajak lebih banyak masyarakat untuk bergabung dan berjuang bersama membesarkan PDI Perjuangan,” tegas Andreas.

Melalui Musancab serentak tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Timor Tengah Selatan menegaskan komitmennya memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta menyiapkan strategi politik menghadapi berbagai agenda demokrasi di masa depan dengan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama. (rnc26)