Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
So’E, RakyatNTT.ID – Semangat olahraga atletik kembali bergelora di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Sebanyak 1.085 pelajar tingkat SD dan SMP mengikuti Lomba Lari Piala Bupati TTS 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Selasa (7/7/2026).
Ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten TTS untuk menemukan bibit-bibit pelari muda sekaligus mengembalikan kejayaan TTS sebagai daerah penghasil atlet lari tingkat nasional hingga internasional.
Dari total peserta, sebanyak 818 siswa SD putra dan putri mengikuti nomor lari 2 kilometer, sedangkan 267 siswa SMP putra dan putri berlaga pada nomor 5 kilometer.
Bangkitkan Tradisi Atletik TTS
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS sekaligus Ketua Panitia, Apris Adrian Manafe, mengatakan lomba tersebut lahir dari semangat membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap cabang olahraga atletik.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menjaring talenta muda yang memiliki potensi besar di cabang olahraga lari.
“Lomba ini digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama para kepala sekolah SD dan SMP. Kegiatan ini dibuat untuk menggali potensi bagi anak-anak kita terutama yang memiliki bakat atletik dan tertarik dengan cabang olahraga ini,” ujarnya.
Apris mengakui bahwa Kabupaten TTS selama bertahun-tahun dikenal sebagai daerah penghasil pelari berprestasi. Namun, dalam satu dekade terakhir prestasi tersebut mulai meredup sehingga diperlukan upaya pembinaan sejak usia dini.
Ia berharap lomba ini menjadi awal lahirnya generasi baru atlet lari asal TTS yang mampu kembali mengharumkan nama daerah di tingkat nasional bahkan internasional.
“Kita berharap setelah dari sini anak-anak terus berlatih karena kita percaya anak-anak TTS memiliki bakat alami dalam kemampuan berlari,” katanya.
Total Hadiah Rp30 Juta
Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp30 juta bagi para juara pada empat kategori yang diperlombakan, yakni SD putra, SD putri, SMP putra, dan SMP putri.
Pendanaan hadiah berasal dari biaya pendaftaran peserta serta dukungan sponsor dari Bank BRI dan Bank NTT.
Selain menjadi ajang pembinaan atlet, penyelenggaraan lomba juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kehadiran ribuan peserta beserta orang tua dan pendamping dari berbagai kecamatan di Kabupaten TTS meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga usaha kecil lainnya.
Dibuka Langsung Bupati TTS
Lomba Lari Piala Bupati TTS 2026 dibuka langsung oleh Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua MKKS SD dan SMP, para guru, orang tua peserta, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Eduard Markus Lioe mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung pembinaan atletik agar TTS kembali dikenal sebagai gudang atlet lari.
“Lomba lari ini bukan hanya mencari juara, tetapi juga membangkitkan kembali semangat olahraga lari. Karena sebelumnya TTS dikenal sebagai penghasil atlet lari kelas nasional hingga internasional,” ungkapnya.
Sebagai Ketua KONI Kabupaten TTS, ia juga mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi untuk membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Selain itu, Bupati mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas serta mengikuti lintasan yang telah ditentukan.
“Tidak ada istilah mengambil jalan pintas ataupun melakukan tindakan yang mencederai semangat fair play,” pesannya.
Start dari Dua Lokasi Berbeda
Perlombaan dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan dua titik keberangkatan yang berbeda.
Peserta kategori SD memulai lomba dari halaman Kantor BNI Cabang Soe, sedangkan peserta SMP mengambil start dari depan Gereja GMIT Imanuel Oebesa.
Seluruh peserta kemudian menyelesaikan perlombaan di garis finis yang berada di kawasan Kantor Bupati TTS.
Meski kegiatan berlangsung lancar hingga selesai, panitia mencatat adanya insiden di garis start kategori SD.
Antusiasme peserta yang sangat tinggi menyebabkan beberapa siswa saling bertabrakan dan terdorong sesaat setelah perlombaan dimulai. Bahkan beberapa peserta sempat terjatuh dan mengalami luka ringan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Apris Adrian Manafe memastikan seluruh kejadian akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan lomba berikutnya.
“Kami akan evaluasi bersama terkait kegiatan hari ini dan menjadi catatan bagi kami dalam menyiapkan skema lomba yang lebih baik serta lebih ramah anak ke depannya,” tegasnya.
Piala Bupati II Mulai Dipertimbangkan
Melihat tingginya antusiasme peserta dan masyarakat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS mulai mempertimbangkan penyelenggaraan Lomba Lari Piala Bupati II pada tahun mendatang.
Selain itu, panitia juga membuka peluang menghadirkan kegiatan fun run yang melibatkan masyarakat umum sebagai bagian dari upaya membudayakan olahraga lari di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Keberlanjutan event ini diharapkan mampu menjadi program pembinaan atlet usia dini yang berkesinambungan, sehingga TTS kembali melahirkan pelari-pelari berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (rnc26)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan