Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), menawarkan beragam destinasi wisata alam dan budaya yang dapat dijelajahi melalui perjalanan darat atau road trip. Sebaran objek wisata yang berada di sejumlah kecamatan menjadikan perjalanan menggunakan kendaraan sebagai pilihan paling efektif untuk menikmati keindahan alam sekaligus mengenal kekayaan budaya Sumba.
Akses utama menuju Sumba Barat Daya ditempuh melalui Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka. Dari bandara, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan mobil sewaan, yang umumnya dilengkapi pengemudi lokal, maupun sepeda motor bagi wisatawan yang telah terbiasa berkendara di berbagai kondisi jalan.
Salah satu rute yang mudah dijangkau adalah perjalanan menuju Pantai Mananga Aba dan Pantai Kita. Pantai Mananga Aba yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Tambolaka dikenal dengan hamparan pasir putih serta panorama matahari terbenam. Sementara itu, Pantai Kita menawarkan suasana yang lebih tenang dengan pemandangan laut yang masih alami.
Bagi pencinta wisata budaya, Kampung Adat Ratenggaro di kawasan Kodi menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Kampung adat ini memiliki rumah-rumah tradisional beratap menara yang menjadi ciri khas Sumba, lengkap dengan kubur batu megalitik yang masih digunakan masyarakat hingga kini. Dari Ratenggaro, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Pantai Pero yang dikenal sebagai salah satu lokasi favorit bagi peselancar.
Pilihan destinasi lainnya adalah Waikelo Sawah dan Danau Weekuri. Waikelo Sawah merupakan sumber mata air alami yang mengaliri persawahan di sekitarnya, sedangkan Danau Weekuri menawarkan laguna air asin yang jernih dengan gradasi warna biru kehijauan yang menjadi daya tarik utama wisatawan.
Wisatawan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju Pantai Mandorak dan Pantai Mbawana. Pantai Mandorak menyuguhkan teluk kecil yang diapit tebing batu, sedangkan Pantai Mbawana terkenal dengan batu karang berlubang yang menjadi salah satu ikon fotografi di Pulau Sumba.
Selain pantai, Sumba Barat Daya memiliki kawasan savana yang membentang luas di Lendongara Hills. Dari kawasan ini, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju wilayah Kodi untuk menikmati kehidupan masyarakat adat yang masih mempertahankan rumah tradisional serta berbagai warisan budaya leluhur.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati seluruh destinasi tersebut, perjalanan selama tiga hari dua malam menjadi pilihan yang ideal. Hari pertama dapat dimulai dari Tambolaka menuju Pantai Mananga Aba dan Kampung Adat Ratenggaro sebelum bermalam di kawasan Kodi. Hari kedua dilanjutkan menuju Waikelo Sawah, Danau Weekuri, Pantai Mandorak, dan Pantai Mbawana. Pada hari terakhir, perjalanan dapat ditutup dengan mengunjungi Pantai Mbwana sebelum kembali ke Tambolaka.
Untuk perjalanan tersebut, wisatawan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per orang apabila dilakukan secara rombongan. Estimasi biaya tersebut mencakup sewa kendaraan, bahan bakar, akomodasi, konsumsi, serta tiket masuk ke sejumlah objek wisata.
Meski akses menuju sebagian besar destinasi sudah semakin baik, wisatawan tetap disarankan mempersiapkan perjalanan dengan matang. Beberapa ruas jalan menuju objek wisata masih berupa jalan tanah maupun berbatu sehingga kendaraan dalam kondisi prima sangat dianjurkan. Pengunjung juga disarankan mengunduh peta digital secara offline karena jaringan telekomunikasi belum tersedia secara merata di sejumlah kawasan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBD terus mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Selain menghadirkan keindahan alam dan budaya, sektor ini dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas ekonomi dan terbukanya lapangan kerja.
Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa pengembangan sektor pariwisata harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Pariwisata memiliki efek berganda. Sektor ini menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah, meningkatkan pendapatan daerah, serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong pengembangan pariwisata yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, tetap menjaga kelestarian alam, menghormati budaya, dan mematuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Ratu Wulla.
Ia menambahkan, Pemkab SBD juga terus mengajak seluruh pihak untuk menjaga kelestarian alam dan budaya sebagai aset utama daerah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kunjungan wisatawan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta menghormati nilai-nilai budaya yang diwariskan masyarakat adat.
Karena itu, wisatawan yang berkunjung diimbau untuk menjaga kebersihan kawasan wisata, menghormati adat istiadat setempat, tidak merusak situs budaya maupun lingkungan, serta mendukung produk dan jasa lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Sumba Barat Daya. (rnc29)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan