Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Dunia hiburan Indonesia kembali berduka. Komedian senior Simson Rarameha, yang lebih dikenal dengan nama Temon, meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026).
Kepergian komedian berdarah Sumba, NTT ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan sesama artis.
Pantauan di rumah duka sekitar pukul 14.30 WIB menunjukkan suasana haru. Sejumlah pelayat mulai berdatangan, mulai dari warga sekitar, keluarga, hingga rekan-rekan sesama komedian untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Karangan bunga belasungkawa juga tampak memenuhi halaman rumah duka, termasuk kiriman dari keluarga besar komedian senior Indro Warkop.
Abdel Achrian Sampaikan Kabar Duka
Kabar meninggalnya Temon pertama kali diketahui publik melalui unggahan sahabat sekaligus partner komedinya, Abdel Achrian atau Cing Abdel, di akun Instagram pribadinya.
Abdel membagikan foto kebersamaan mereka disertai ungkapan duka yang menyentuh.
“Innalilahi wainnailaihi rojiun. Selamat jalan Mon,” tulis Abdel.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari artis, komedian, hingga para penggemar yang mengenang Temon sebagai sosok yang ramah dan telah memberi warna bagi dunia komedi Indonesia.
Jenazah Disemayamkan di GPIB Effatha
Suasana haru semakin terasa ketika keluarga melakukan penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan.
Sekitar pukul 15.00 WIB, peti jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Effatha, Melawai, Jakarta Selatan.
Di saat yang bersamaan, sejumlah rekan komedian seperti Bedu dan Jarwo Kwat tiba di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
Jenazah Temon disemayamkan di GPIB Effatha sebelum dijadwalkan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026).
Meninggal karena Serangan Jantung
Pihak manajemen mengungkapkan bahwa Temon meninggal dunia akibat serangan jantung. Almarhum juga diketahui memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Kondisi tersebut menjadi pengingat penting mengenai bahaya penyakit jantung yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Apa Itu Serangan Jantung?
Serangan jantung atau infark miokard terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung tersumbat sehingga jaringan jantung tidak memperoleh oksigen yang cukup.
Penyebab paling umum adalah penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak lemak (aterosklerosis). Jika plak pecah dan membentuk gumpalan darah, aliran darah ke jantung dapat terhenti dan menyebabkan kerusakan otot jantung.
Beberapa gejala serangan jantung yang perlu diwaspadai meliputi:
- Nyeri atau rasa tertekan di dada.
- Nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung.
- Sesak napas.
- Keringat dingin.
- Mual atau pusing.
- Tubuh terasa sangat lemas.
Pada sebagian orang, terutama lansia, perempuan, atau penderita diabetes, gejalanya dapat muncul lebih ringan atau tidak khas sehingga sering terlambat ditangani.
Hipertensi Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah terus berada di atas batas normal dalam waktu lama. Jika tidak dikendalikan, tekanan darah tinggi dapat merusak dinding pembuluh darah, mempercepat terbentuknya plak, dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner hingga serangan jantung.
Karena hipertensi sering tidak menimbulkan gejala, banyak penderita baru mengetahuinya setelah terjadi komplikasi serius.
Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin, pola makan sehat, olahraga teratur, tidak merokok, serta mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit jantung.
Kepergian Temon menjadi kehilangan besar bagi dunia hiburan Indonesia. Selain meninggalkan karya-karya komedi yang dikenang masyarakat, kisahnya juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung dan mengendalikan tekanan darah sejak dini. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan