Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kalabahi, RakyatNTT.ID – Kondisi Jalan Mainang yang menghubungkan wilayah Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU) dan Alor Selatan, Kabupaten Alor, kian memprihatinkan.
Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu mengalami kerusakan parah dan dinilai mengancam keselamatan pengguna jalan sekaligus menghambat aktivitas ekonomi warga.
Keluhan datang dari masyarakat yang setiap hari bergantung pada jalur tersebut untuk mengangkut hasil pertanian, berdagang, hingga mengakses layanan pendidikan dan kesehatan.
Salah seorang pemuda Alor Selatan, Steven Momay, mengatakan infrastruktur jalan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, akses jalan yang layak menjadi penentu berkembangnya sektor ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
“Jalan bukan sekadar sarana transportasi, tetapi menjadi penghubung utama menuju kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Potensi Daerah Terhambat Jalan Rusak
Steven menilai Kabupaten Alor memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari komoditas vanili, cengkih, hingga berbagai hasil pertanian lainnya, khususnya di wilayah Alor Selatan.
Namun, potensi tersebut belum mampu memberikan manfaat maksimal karena buruknya kondisi infrastruktur jalan.
Menurutnya, masyarakat kesulitan membawa hasil panen ke pusat kota untuk dipasarkan. Selain menempuh jarak yang cukup jauh, perjalanan juga dipenuhi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang dan rusak berat.
“Bagaimana kami bisa menjual hasil komoditas untuk menghidupi keluarga jika kondisi jalan sangat berisiko? Jarak ke kota sudah jauh, ditambah lagi kami harus berharap bisa sampai dengan selamat,” ungkapnya.
Ia juga mengaku prihatin terhadap para pengemudi ojek yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan demi mencari nafkah.
UMKM Mengalami Kerugian
Kerusakan jalan juga dirasakan langsung oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Banyak barang dagangan mengalami kerusakan saat proses distribusi karena kendaraan harus melewati jalan berlubang dengan kedalaman yang disebut mencapai hampir 50 sentimeter.
Steven menyebut kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga pernah menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah menjadikan perbaikan jalan sebagai prioritas pembangunan.
Pelaku Usaha: Keuntungan Habis di Jalan
Keluhan serupa disampaikan pelaku usaha kios, Eduard Manilani. Ia mengatakan kerusakan jalan membuat biaya operasional meningkat dan menyebabkan kerugian akibat banyak barang dagangan rusak sebelum sampai ke tujuan.
Menurutnya, barang-barang yang mudah pecah atau rusak seperti telur, makanan ringan, dan berbagai kebutuhan pokok sering kali tidak lagi layak dijual setelah melewati jalur tersebut.
“Kami sebagai pelaku UMKM sering mengalami kerugian. Bahkan ada usaha yang akhirnya terpaksa tutup karena keuntungan habis akibat barang rusak di perjalanan,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi ini membuat keuntungan usaha semakin menipis dan menghambat perkembangan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.
Minta Pemerintah Prioritaskan Infrastruktur
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Alor segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki Jalan Mainang agar aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar.
Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, pembangunan infrastruktur dinilai akan mempercepat distribusi hasil pertanian, mendukung pertumbuhan UMKM, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Eduard juga mengingatkan agar persoalan jalan rusak tidak hanya dijadikan isu politik saat momentum tertentu.
“Jangan jadikan jalan rusak sebagai komoditas politik untuk mencari dukungan masyarakat. Yang dibutuhkan warga adalah tindakan nyata melalui pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya. (rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan