Oelamasi, RakyatNTT.ID – Tim pengabdian masyarakat lintas disiplin dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Australian National University (ANU), dan Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 15–17 April 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun Pusat Pengetahuan dan Budaya Etnoastronomi Masyarakat Amfoang Tengah, sebuah ruang kolaboratif yang dirancang untuk mendokumentasikan, melestarikan, sekaligus mengembangkan pengetahuan astronomi tradisional masyarakat yang hidup di sekitar kawasan Observatorium Nasional Timau.

Program ini merupakan kelanjutan dari penelitian dan pemetaan etnoastronomi yang telah dilakukan bersama masyarakat Amfoang Tengah sejak 2024 hingga 2025.

Pengetahuan Langit yang Menjadi Warisan Leluhur

Masyarakat Amfoang Tengah sejak dahulu memiliki kearifan lokal mengenai fenomena langit yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan tersebut dimanfaatkan untuk menentukan musim tanam, membaca tanda-tanda alam, hingga memahami hubungan antara pergerakan benda langit dengan kehidupan sosial masyarakat.

Namun, perkembangan zaman dan arus modernisasi membuat sebagian pengetahuan tersebut mulai tergerus. Karena itu, dokumentasi dan pewarisan kepada generasi muda dinilai menjadi langkah penting agar kekayaan budaya tersebut tidak hilang.

Sosialisasi Bersama Pemerintah Kecamatan

Rangkaian kegiatan diawali pada 15 April 2026 melalui sosialisasi bersama Camat Amfoang Tengah, Maxianus Ndolu Eoh, di Kantor Kecamatan Amfoang Tengah.