Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Larantuka, RakyatNTT.ID – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Senin (20/7/2026) pukul 07.03 WITA.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.600 meter di atas puncak, atau mencapai sekitar 3.184 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan PVMBG, kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah utara hingga timur laut.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29,5 mm dan durasi sekitar 2 menit 45 detik,” tulis PVMBG dalam laporan resminya, Senin (20/7/2026).
Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Level III (Siaga)
Hingga saat ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berstatus Level III (Siaga). PVMBG meminta masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas berwenang, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya.
Warga Diimbau Waspadai Potensi Banjir Lahar Hujan
PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sekitar kawasan gunung.
Potensi tersebut dapat mengancam sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki, khususnya di wilayah:
- Dulipali
- Padang Pasir
- Nobo
- Nurabelen
- Klatanlo
- Hokeng Jaya
- Boru
- Nawakote
Warga yang bermukim di kawasan tersebut diminta selalu memantau perkembangan aktivitas gunung api dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.
Gunakan Masker saat Terjadi Hujan Abu
PVMBG turut mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik agar menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar rumah. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.
“Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-Laki memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,” imbau PVMBG.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki diharapkan terus memantau informasi resmi dari PVMBG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun pemerintah daerah sebagai acuan dalam mengambil langkah antisipasi selama aktivitas vulkanik masih berlangsung. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan