“Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ketergantungan terhadap dana transfer masih relatif tinggi sehingga diperlukan langkah-langkah yang lebih sistematis untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Menurut Marthen, pemerintah daerah perlu melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap seluruh potensi pendapatan dan aset daerah yang selama ini belum terinventarisasi maupun belum dimanfaatkan secara optimal.

Ia juga mengingatkan agar setiap penerimaan daerah yang muncul selama pelaksanaan APBD tetapi belum tercantum dalam APBD induk dicatat secara tertib dan dimasukkan dalam APBD Perubahan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kualitas Perencanaan Anggaran Masih Perlu Dibenahi

Selain persoalan pendapatan, Fraksi Partai Perindo juga menyoroti kualitas perencanaan anggaran yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

Fraksi menemukan masih terdapat sejumlah belanja barang dan jasa yang telah dialokasikan dalam APBD, namun pelaksanaan kegiatan fisiknya belum berjalan optimal. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menciptakan kesenjangan antara realisasi administrasi anggaran dengan hasil pembangunan di lapangan.

“Pemerintah daerah harus lebih cermat dalam menyusun perencanaan, menetapkan target, dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan agar setiap alokasi anggaran benar-benar menghasilkan output dan outcome sesuai yang direncanakan,” kata Marthen.

Soroti Rumah Layak Huni dan Beasiswa Mahasiswa

Dalam pandangan akhirnya, Fraksi Partai Perindo juga memberikan perhatian terhadap sejumlah program prioritas daerah.