Kalabahi, RakyatNTT.ID – Perwakilan masyarakat Kabupaten Alor kembali menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten Alor, Senin (27/7/2026).

Aksi yang dipimpin Stinky Laure bersama Forum Rakyat Alor (FRA) itu menyoroti belum adanya kejelasan mengenai kondisi kesehatan Bupati Alor, Iskandar Lakamau, sekaligus mendesak DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

Kedatangan massa diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Alor, Paulus Buche Brikmar, yang mengajak perwakilan demonstran berdialog di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Alor Yeremias Karbeka, Wakil Ketua II Usman Plaikari, serta Sekretaris DPRD Alor Terince Mabilehi.

Dalam dialog tersebut, massa menyampaikan sejumlah aspirasi yang dinilai penting untuk menjamin kepastian jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Alor.

Tiga Tuntutan Massa kepada DPRD Alor

Forum Rakyat Alor mengajukan tiga tuntutan utama kepada DPRD Kabupaten Alor, yakni:

  • Membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki penyebab kondisi kesehatan Bupati Alor, Iskandar Lakamau.
  • Segera menggelar Rapat Paripurna guna menetapkan status kesehatan Bupati sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Mengirimkan surat resmi kepada kementerian terkait agar mengambil langkah sesuai kewenangan terhadap dugaan tindakan Bupati Alor yang menurut massa mencederai etika dan moralitas sosial.

Massa menilai DPRD memiliki kewajiban untuk memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai kondisi kepala daerah agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan sesuai aturan.

Masyarakat Minta Kejelasan Kondisi Bupati

Koordinator aksi, Stinky Laure, mengatakan hingga kini masyarakat belum memperoleh informasi resmi mengenai kondisi kesehatan Bupati Alor, baik dari rumah sakit maupun lembaga yang berwenang.

Menurutnya, beredarnya berbagai informasi di media sosial justru menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat sehingga diperlukan penjelasan resmi agar tidak memunculkan polemik berkepanjangan.

“Hari ini masyarakat belum mengetahui secara pasti apakah Bupati sakit atau tidak. Jika benar beliau sakit dan aktivitasnya tidak efektif sebagaimana beredar di media sosial dan di tengah masyarakat, maka mari kita bersama mencari solusi terbaik demi kepentingan daerah. Ini bukan soal kepentingan kelompok, tetapi kepentingan seluruh masyarakat Kabupaten Alor,” ujar Stinky Laure.

Ia menegaskan bahwa aksi tersebut bertujuan mendorong adanya kepastian informasi demi menjaga stabilitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ketua DPRD: Aspirasi akan Ditindaklanjuti Sesuai Mekanisme

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Alor Paulus Buche Brikmar menyampaikan bahwa lembaga legislatif menghargai aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Ia menegaskan DPRD akan mempelajari seluruh tuntutan yang disampaikan dan menindaklanjutinya sesuai mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“DPRD akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat sesuai mekanisme yang berlaku di lembaga DPRD,” kata Buche di hadapan perwakilan massa.

Pernyataan tersebut disambut sebagai komitmen awal DPRD untuk memproses aspirasi yang disampaikan melalui jalur konstitusional.

Desakan Pengawasan DPRD Menguat

Aksi yang digelar Forum Rakyat Alor menambah daftar aspirasi masyarakat yang meminta DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara optimal terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Masyarakat berharap DPRD dapat segera mengambil langkah sesuai kewenangannya agar terdapat kepastian hukum dan administrasi terkait kondisi kepala daerah, sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian dalam jalannya pemerintahan Kabupaten Alor.

Hingga aksi berakhir, demonstrasi berlangsung dalam suasana tertib dengan dialog antara perwakilan massa dan pimpinan DPRD. Massa berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme resmi sesuai peraturan yang berlaku. (rnc)