Tambolaka, RakyatNTT.ID – Yayasan BRIKasih bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya menghadirkan program pemberdayaan masyarakat di Kadekap, Dusun IV, Desa Kalembu Kaha, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program bertajuk “BRIKasih, Berbagi Kasih dan Harapan” tersebut diresmikan dan diserahkan langsung oleh Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, kepada masyarakat pada Jumat (24/7/2026).

Program pemberdayaan masyarakat itu mendapat dukungan senilai Rp219.995.205 yang diarahkan untuk tiga sektor utama, yakni pembangunan infrastruktur air bersih, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu bentuk nyata program tersebut adalah pembangunan sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Kalembu Kaha.

Branch Office Head (BOH) BRI Waikabubak Pande Made Yogi Winata mengatakan, program BRIKasih tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Melalui program ini, Yayasan BRIKasih memberikan dukungan dalam tiga bidang utama, yakni pembangunan infrastruktur air bersih, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Pande.

Menurut dia, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan erat dengan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, dukungan di bidang pendidikan diharapkan menjadi investasi untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas dan berkarakter.

Adapun pemberdayaan ekonomi diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan peluang usaha masyarakat agar memiliki sumber penghasilan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Libatkan berbagai bidang keilmuan

Program pemberdayaan tersebut turut melibatkan LPPM Unika Atma Jaya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada Juli 2026.

Tim Unika Atma Jaya yang terlibat berasal dari berbagai bidang keilmuan, mulai dari teknik elektro, profesi insinyur, hukum, kedokteran dan ilmu kesehatan, ekonomi pembangunan, hingga pendidikan bahasa Inggris.

Kolaborasi lintas sektor dan keilmuan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri, Ketua Pelaksana Yayasan BRIKasih Anugro Joko Lestariyo, Rektor Universitas Katolik (Unika) Weetebula Dr Wilhelmus Yape Kii, jajaran LPPM Unika Atma Jaya, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Desa Kalembu Kaha.

Bupati SBD: Pembangunan butuh kolaborasi

Bupati Ratu Wulla menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan BRIKasih, Unika Atma Jaya, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan bagi masyarakat SBD.

Menurut Ratu Wulla, berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi SBD tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah.

Dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pihak swasta, lembaga pendidikan tinggi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun para donatur.

“Persoalan-persoalan yang ada tidak bisa kita selesaikan sendiri, perlu bergandengan tangan. Saya membuka kerja sama, kolaborasi, dan sinergitas,” ujar Ratu Wulla.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBD terus berupaya membangun komunikasi dan memperluas jaringan kerja sama guna mempercepat pembangunan di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi daerah.

Ratu Wulla menyebut SBD merupakan salah satu daerah 3T yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemiskinan, hingga stunting.

Karena itu, dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi kekuatan tambahan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin berlari cepat, berlari cepat, tetapi kami punya kekuatan terbatas. Makanya butuh kekuatan tambahan dari luar untuk support agar kita bisa berlari cepat untuk membawa Sumba Barat Daya ini lebih baik lagi ke depan,” katanya.

Pemkab siapkan jaringan air bersih

Terkait pembangunan infrastruktur air bersih, Ratu Wulla mengatakan pemerintah daerah akan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat terkait pembangunan jaringan distribusi air bersih.

Hal itu dilakukan untuk memastikan sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan dan menjangkau lebih banyak warga.

Ratu Wulla meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) melihat secara langsung kebutuhan infrastruktur di lokasi dan merencanakan pembangunan jaringan perpipaan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Nanti saya akan minta Dinas PU untuk datang ke sini, sehingga kita bisa merencanakan seberapa besar kebutuhan pipa di Dusun Kaleka ini agar bisa kita selesaikan,” ungkapnya.

Selain air bersih, Ratu Wulla juga menekankan pentingnya dukungan terhadap sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi muda SBD menghadapi persaingan di masa depan.

Ia berharap anak-anak di Desa Kalembu Kaha dapat memperoleh pendidikan yang baik sehingga memiliki kemampuan dan kompetensi untuk menghadapi bonus demografi dan menuju Indonesia Emas 2045.

“Bagaimana anak-anak harus bisa bersekolah, rajin sekolah, pemerintah menyiapkan fasilitas yang baik,” katanya.

Bupati Ratu Wulla pun mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun Sumba Barat Daya.

Ia berharap program BRIKasih dan kolaborasi dengan Unika Atma Jaya dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan masyarakat SBD yang lebih sehat, cerdas, mandiri, dan sejahtera.

“Kita harus bergandengan tangan,” tegasnya. (rnc29)