Seba, RakyatNTT.ID – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI bersama Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua memperkuat langkah percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) melalui peninjauan langsung sejumlah embung di Kecamatan Sabu Liae.

Kunjungan lapangan dilakukan oleh Tim Bappenas bersama Tim Bappeda dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sabu Raijua ke Embung Loko Daeae di Desa Ledetalo serta Embung Wadu Pala di Desa Waduwalla.

Rombongan disambut oleh pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari proses pengumpulan data lapangan terkait kebutuhan air baku dan air bersih sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional.

Bappenas Soroti Tingginya Kebutuhan Infrastruktur Air

Dalam kunjungan tersebut, Tim Bappenas memberikan perhatian khusus terhadap tingginya kebutuhan masyarakat akan pembangunan infrastruktur penyedia air, seperti embung, bangunan penampung air, hingga jaringan distribusi pendukung.

Kebutuhan tersebut dinilai sangat mendesak mengingat Kabupaten Sabu Raijua merupakan salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang kerap menghadapi kekeringan setiap tahun.

Kondisi geografis wilayah yang didominasi lahan kering, ditambah terbatasnya sumber air permukaan, menjadikan penyediaan air bersih sebagai salah satu tantangan utama pembangunan daerah.

Melalui dialog bersama pemerintah desa dan masyarakat, Tim Bappenas memperoleh gambaran langsung mengenai kebutuhan riil warga terhadap tambahan infrastruktur penyimpanan air yang mampu menjamin ketersediaan air sepanjang tahun.

Desa Ledetalo dan Waduwalla Usulkan Penambahan Embung

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Ledetalo dan Desa Waduwalla menyampaikan usulan pembangunan embung baru untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan air di wilayah masing-masing.

Kedua pemerintah desa bahkan telah menyiapkan lokasi yang siap dimanfaatkan apabila program pembangunan mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

Usulan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan air masyarakat, khususnya saat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang di wilayah Sabu Raijua.

PUPR: Usulan Sudah Masuk Perencanaan Daerah

Menanggapi aspirasi masyarakat, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Sabu Raijua menjelaskan bahwa pembangunan embung di sejumlah lokasi telah masuk dalam daftar prioritas pemerintah daerah.

Sebagian usulan bahkan telah dilengkapi dokumen perencanaan teknis sehingga siap direalisasikan apabila memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

Kondisi tersebut menunjukkan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dalam mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bappenas Ingatkan Pentingnya Pemeliharaan Infrastruktur

Selain mendorong pembangunan baru, Tim Bappenas juga menekankan pentingnya pemeliharaan embung dan seluruh infrastruktur penyedia air yang telah dibangun.

Menurut tim, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya infrastruktur, tetapi juga oleh keberlanjutan fungsi fasilitas tersebut melalui pengelolaan dan pemeliharaan yang baik.

Dengan infrastruktur yang terawat, masyarakat akan memperoleh manfaat jangka panjang berupa ketersediaan air baku, peningkatan produktivitas pertanian, serta penguatan ketahanan pangan.

Bupati Krisman: Air Bersih jadi Prioritas Pembangunan

Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, SE., MM, menegaskan bahwa penyediaan air baku dan air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus menjadi prioritas utama pembangunan daerah.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah pusat, termasuk melalui Bappenas, agar pembangunan embung, jaringan air baku, dan infrastruktur pendukung lainnya dapat memperoleh dukungan anggaran.

“Persoalan air adalah persoalan utama masyarakat Sabu Raijua. Karena itu, kami terus membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Pusat, termasuk melalui Bappenas, agar kebutuhan pembangunan embung, jaringan penyedia air baku, dan infrastruktur pendukung lainnya dapat memperoleh dukungan. Kami berharap hasil kunjungan ini menjadi dasar dalam penyusunan program dan pengalokasian anggaran sehingga kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi secara bertahap,” ujar Krisman.

Infrastruktur Air jadi Fondasi Ketahanan Pangan dan Ekonomi

Bupati menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua telah menyiapkan berbagai usulan pembangunan infrastruktur sumber daya air yang didukung dokumen perencanaan sebagai bentuk kesiapan daerah.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat akan mempercepat pembangunan infrastruktur air yang berkelanjutan.

Menurut Krisman, ketersediaan air bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui dukungan Bappenas dan kementerian terkait, kami berharap semakin banyak program pembangunan infrastruktur air yang dapat direalisasikan di Sabu Raijua. Ketersediaan air tidak hanya menjawab kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Bupati. (*/rnc)