Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Persoalan air adalah persoalan utama masyarakat Sabu Raijua. Karena itu, kami terus membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Pusat, termasuk melalui Bappenas, agar kebutuhan pembangunan embung, jaringan penyedia air baku, dan infrastruktur pendukung lainnya dapat memperoleh dukungan. Kami berharap hasil kunjungan ini menjadi dasar dalam penyusunan program dan pengalokasian anggaran sehingga kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi secara bertahap,” ujar Krisman.
Infrastruktur Air jadi Fondasi Ketahanan Pangan dan Ekonomi
Bupati menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua telah menyiapkan berbagai usulan pembangunan infrastruktur sumber daya air yang didukung dokumen perencanaan sebagai bentuk kesiapan daerah.
Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat akan mempercepat pembangunan infrastruktur air yang berkelanjutan.
Menurut Krisman, ketersediaan air bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Melalui dukungan Bappenas dan kementerian terkait, kami berharap semakin banyak program pembangunan infrastruktur air yang dapat direalisasikan di Sabu Raijua. Ketersediaan air tidak hanya menjawab kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Bupati. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan