Kupang, RakyatNTT.ID –  Kepala sekolah (kepsek) yang hebat tidak lahir dari zona nyaman, tetapi dari keberanian menghadapi dan membuat perubahan serta melayani dengan hati. Kalimat ini tepat untuk menggambarkan sosok seorang Elisabet Ose Tifoona, S.Pd. Terbukti, dalam kurun waktu tiga bulan, Elis Tifoona-demikian dia disapa- sukses mengubah wajah sekolah itu.

Elis Tifoona dilantik oleh Walikota Kupang dr. Christian Widodo bersama puluhan kepala SD dan SMP pada 28 April 2026 lalu. Di benaknya tak terbersit sedikitpun bahwa dia akan ditempatkan di SDN Oehendak. Sebelumnya, lebih dari 20 tahun, Elis mengabdi sebagai guru di SDI Perumnas 1.

Pertama kali menginjakkan kaki di SDN Oehendak, batinnya terhenyak. Siswa dijumpainya belajar di luar ruangan lantaran kekurangan ruangan kelas. Ruangan-ruangan tak tertata. Buku-buku terbengkalai di perpustakaan, dan masih banyak lagi yang mengganjal di pikirannya.

“Saya tidak menyalahkan siapa-siapa dengan kondisi itu. Tapi saya lihat semuanya sebagai tantangan yang memang harus dihadapi dengan hati gembira,” ujar guru berdarah Lembata dan Ende itu kepada RakyatNTT.ID, Senin (29/7/2026).

Terdorong oleh visi menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman dan aman bagi siswa, Elis langsung bergerak mengubah wajah sekolah. Tak sebatas kata-kata (perintah), tapi bertindak bersama para guru dan pegawai. Dia sadar, rumah sekolah yang kuat berawal dari hati kepsek yang peduli. Lebih dari itu, kepsek harus jadi contoh.

Bagi Elis, hak siswa untuk mendapatkan pelajaran dengan aman dan nyaman harus diprioritaskan. Untuk itu, salah satu ruangan yang selama ini dipakai untuk ruangan guru, difungsikan sebagai ruangan kelas.

“Jumlah siswa 326 orang yang terbagi dalam 15 rombongan belajar. Sedangkan ruangan kelas hanya 8, jadi siswa ada yang sekolah pagi dan sekolah sore,” terangnya.

Setelah ruangan guru yang lama dijadikan ruangan belajar siswa, Elis kembali putar otak agar para guru, terlebih guru bidang (mata pelajaran), juga punya ruangan dengan meja kerjanya masing-masing. Ruangan perpustakaan yang cukup luas dibagi sekat menjadi tiga ruangan. Ruangan perpustakaan jadi lebih kecil, namun tetap nyaman bagi siswa untuk membaca buku-buku yang sudah tertata rapi. Ada ruangan guru dengan meja kursi masing-masing guru yang juga tertata sangat rapi. Di dalamnya juga ada ruangan UKS yang didesain lebih privat dan nyaman. Sedangkan Ruang UKS yang lama, kami tata untuk jadikan ruangan kepala sekolah.

“Saya kerja bersama guru-guru untuk menata semua ruangan itu. Saya bersyukur sekali punya tim kerja yang kompak,” katanya.

Yang menarik dari upaya menata wajah sekolah, Elis rupanya mengorbankan tidak sedikit barang pribadinya. Bunga-bunga, wallpaper, kain gorden lengkap dengan besi rel gorden, dan barang-barang lainnya dibawa dari rumah ke sekolah.

“Dana sekolah terbatas, jadi kita korbankan apa yang ada untuk kebaikan bersama,” tandasnya.

Harapan untuk Penambahan Sarpras

Wajah SDN Oehendak sudah banyak berubah. Sebagai kepsek, Elis Tifoona masih berharap ada perhatian pemerintah dan pihak lainnya, agar ada penambahan sarana dan prasarana di sekolah yang dipimpinnya itu.

“Orangtua siswa punya semangat yang luar biasa mendukung sekolah. Tapi mayoritas siswa datang dari keluarga-keluarga sederhana. Jadi kami berharap ada perhatian pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya yang peduli dengan dunia pendidikan, untuk juga memperhatikan sekolah kami,” ungkapnya.

Selain penambahan ruangan kelas, Elis berharap ada pembangunan pagar sekolah. Ini penting untuk menjaga anak dari ancaman kecelakaan.

“Sekolah kami belum ada pagar keliling. Saat jam istirahat, siswa kadang bermain sampai di jalan sehingga pernah terjadi kecelakaan,” katanya.

Di akhir wawancara dengannya, Elis Tifoona kembali menekankan visinya. Menurutnya, sekolah adalah rumah kedua bagi murid bukan sekadar metafora. Tapi cerminan dari harapan dan kenyataan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman, aman, menyenangkan, dan mendidik siswa.

“Semoga SDN Oehendak bisa jadi rumah bagi para siswa, para anak yang dititipkan keluarga-keluarga sederhana untuk kami didik,” pungkasnya. (rnc)