“Dana sekolah terbatas, jadi kita korbankan apa yang ada untuk kebaikan bersama,” tandasnya.

Harapan untuk Penambahan Sarpras

Wajah SDN Oehendak sudah banyak berubah. Sebagai kepsek, Elis Tifoona masih berharap ada perhatian pemerintah dan pihak lainnya, agar ada penambahan sarana dan prasarana di sekolah yang dipimpinnya itu.

“Orangtua siswa punya semangat yang luar biasa mendukung sekolah. Tapi mayoritas siswa datang dari keluarga-keluarga sederhana. Jadi kami berharap ada perhatian pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya yang peduli dengan dunia pendidikan, untuk juga memperhatikan sekolah kami,” ungkapnya.

Selain penambahan ruangan kelas, Elis berharap ada pembangunan pagar sekolah. Ini penting untuk menjaga anak dari ancaman kecelakaan.

“Sekolah kami belum ada pagar keliling. Saat jam istirahat, siswa kadang bermain sampai di jalan sehingga pernah terjadi kecelakaan,” katanya.

Di akhir wawancara dengannya, Elis Tifoona kembali menekankan visinya. Menurutnya, sekolah adalah rumah kedua bagi murid bukan sekadar metafora. Tapi cerminan dari harapan dan kenyataan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman, aman, menyenangkan, dan mendidik siswa.

“Semoga SDN Oehendak bisa jadi rumah bagi para siswa, para anak yang dititipkan keluarga-keluarga sederhana untuk kami didik,” pungkasnya. (rnc)