Melalui pendampingan tersebut, WVI ingin memastikan petani tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memahami pentingnya kualitas sebagai faktor utama dalam memperluas jaringan pemasaran.

Ia menjelaskan, WVI pernah menjalankan program pendampingan di Alor sejak 1999 hingga 2015–2016. Kini, lembaga tersebut kembali hadir melalui Program Inclusion yang menjangkau seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Khusus di Kabupaten Alor, fokus program diarahkan pada pengembangan komoditas kenari, sementara di daerah lain lebih banyak mendampingi sektor pertanian padi.

Iklan

Bangun Sistem Pemasaran yang Menguntungkan Petani

Selain meningkatkan kualitas produk, WVI juga membantu membangun sistem pemasaran yang lebih efektif agar petani memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Di wilayah Pantar, misalnya, WVI memfasilitasi pembentukan kelompok perempuan yang bergerak dalam pengolahan kenari sekaligus membangun jaringan pengumpul lokal.

Melalui sistem tersebut, petani tidak lagi harus mengeluarkan biaya transportasi yang tinggi untuk membawa hasil panen ke Kalabahi.

“Biaya membawa kenari dari Pantar ke Kalabahi cukup mahal. Karena itu kami membentuk sistem pengumpul di wilayah tersebut sehingga petani bisa menjual hasilnya lebih dekat dengan harga yang telah dihitung secara adil dan menguntungkan petani,” jelas Vinsensius.