Waikabubak, RakyatNTT.ID – Wakil Bupati Sumba Barat, Thimo Ragga, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Wanukaka bersama Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pariwisata untuk membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan keamanan, pertanian, serta pengembangan sektor pariwisata.

Dalam pertemuan yang dihadiri Camat, Sekretaris Kecamatan, dan seluruh staf Kecamatan Wanukaka tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Menurutnya, pimpinan kecamatan harus menunjukkan kekompakan dan keteladanan, baik dalam hubungan kerja maupun tata kelola administrasi pemerintahan.

“Camat dan Sekcam harus solid, baik dalam rasa maupun administrasi, sehingga menjadi contoh langsung bagi masyarakat,” tegas Thimo Ragga.

Soroti Keamanan Pasola dan Peredaran Miras

Dalam arahannya, Wakil Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan tradisi Pasola yang menjadi salah satu ikon budaya dan pariwisata Sumba Barat.

Ia meminta pemerintah kecamatan aktif melakukan pengawasan dan komunikasi dengan seluruh pihak terkait agar pelaksanaan Pasola berlangsung aman dan tertib.

Menurutnya, berbagai gangguan yang selama ini terjadi sering kali berasal dari oknum masyarakat sendiri. Karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk menghentikan tindakan yang berpotensi menimbulkan kericuhan.

Selain itu, Thimo Ragga juga menyoroti masih adanya persoalan peredaran minuman keras yang dinilai menjadi salah satu faktor pemicu gangguan keamanan.

Ia meminta Kasi Trantib dan Satuan Polisi Pamong Praja terus berkoordinasi dengan Camat dan Sekretaris Kecamatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan secara profesional dan tanpa pungutan biaya.

Persiapan Musim Tanam dan Ketahanan Pangan Pariwisata

Selain aspek keamanan, Wakil Bupati menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa dan kecamatan dalam mempersiapkan lahan pertanian menghadapi musim tanam pertama.

Ia mengingatkan bahwa para pemimpin di tingkat kecamatan harus menjadi teladan dalam mengembangkan sektor pertanian dan memastikan pengelolaan lahan berjalan optimal.

Menurutnya, peningkatan produksi pertanian juga memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan sektor pariwisata karena kebutuhan pangan bagi hotel, restoran, dan berbagai fasilitas wisata harus dapat dipenuhi oleh produk lokal.

“Pemimpin harus menjadi contoh dalam pengelolaan pertanian dan memastikan ketersediaan pangan lokal untuk mendukung pertumbuhan pariwisata,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, staf kecamatan juga melaporkan kendala terkait aplikasi rekomendasi BBM dari Dinas Pertanian yang belum siap digunakan sehingga berdampak pada persiapan musim tanam kedua di Wanukaka.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati meminta agar persoalan tersebut segera dikoordinasikan dan diselesaikan oleh dinas terkait.

Pariwisata Sumbang 40 Persen PAD

Kepala Dinas Pariwisata Sumba Barat, Semuel Dato Mesa, menjelaskan bahwa sektor pariwisata, termasuk event budaya Pasola, memiliki kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, sekitar 40 persen PAD Kabupaten Sumba Barat berasal dari sektor pariwisata.

Meski demikian, promosi Pasola masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait sosialisasi dan aspek keamanan selama pelaksanaan kegiatan.

Ia juga mengungkapkan bahwa bantuan penyediaan kuda untuk kebutuhan Pasola belum dapat direalisasikan karena keterbatasan penyedia yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kami membutuhkan dukungan semua pihak agar Pasola dapat berlangsung aman, nyaman, dan layak menjadi tontonan wisata yang berkualitas,” katanya.

Semuel juga mendorong integrasi sektor pertanian dan pariwisata agar kebutuhan pangan hotel serta akomodasi wisata dapat dipenuhi oleh petani lokal.

Tinjau Investasi Resort dan Beach Club Senilai Rp50 Miliar

Usai pertemuan, rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi pembangunan Resort dan Beach Club Oasis di Wanukaka.

Proyek investasi pariwisata tersebut melibatkan sekitar 200 tenaga kerja dan diperkirakan menelan biaya pembangunan hingga Rp50 miliar.

Wakil Bupati memberikan apresiasi kepada investor yang telah merealisasikan pembangunan di Sumba Barat setelah sebelumnya banyak lahan yang telah dibeli namun belum dikembangkan.

Ia menilai kehadiran proyek tersebut sangat strategis dalam memperkuat daya tarik wisata Kabupaten Sumba Barat sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Thimo Ragga juga berharap persoalan akses jalan yang sebagian digunakan bersama warga dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama yang baik antara pengembang dan masyarakat.

Potensi Besar Wilayah Selatan Wanukaka

Kunjungan kerja ditutup dengan peninjauan ke Ketanu Bamboo Lodge. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati bersama jajaran berdiskusi mengenai perkembangan sektor pariwisata dan strategi pengembangan wilayah selatan Wanukaka.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Melalui penguatan keamanan, peningkatan produktivitas pertanian, koordinasi lintas sektor, serta masuknya investasi pariwisata, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat berharap Wanukaka dapat menjadi contoh kawasan yang aman, produktif, dan ramah wisatawan.

Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan. (*/rnc)