Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Wakil Bupati (Wabup) Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alphawan Rangga Kaka atau Angga Kaka, menyatakan diri bergabung sebagai anggota KSP Kopdit Pintu Air saat menghadiri peresmian Kantor Cabang Pembantu (KCP) Elopada di Kecamatan Wewewa Timur, Sabtu (20/6/2026).
Dalam sambutannya, Angga Kaka mengaku terkesan dengan semangat pemberdayaan yang diusung KSP Kopdit Pintu Air.
Menurut dia, koperasi tersebut memiliki visi yang sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, dan usaha mikro.
“Saya hari ini juga menyatakan sikap untuk menjadi anggota Koperasi Pintu Air,” kata Angga Kaka yang disambut tepuk tangan para tamu undangan.
Ia menilai, mayoritas masyarakat SBD bekerja sebagai petani, peternak, nelayan, dan buruh. Karena itu, kehadiran koperasi dinilai menjadi salah satu solusi untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui semangat gotong royong dan pemberdayaan.
Dalam kesempatan tersebut, Angga Kaka juga mengenang perjalanan hidupnya sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati. Pada 2013, ia bekerja sebagai Fasilitator Desa dengan gaji sekitar Rp 770.000 per bulan.
Menurut dia, penghasilan tersebut bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Namun, pengalaman mendampingi kelompok tani dan kelompok ternak di desa justru membentuk pemahamannya mengenai pentingnya pemberdayaan masyarakat.
Setelah sempat berhenti sebagai Fasilitator Desa, ia kemudian mengikuti seleksi Pendamping Pemberdayaan di bawah Kementerian Desa seiring bergulirnya program Dana Desa.
“Saat itu kami bekerja dengan sumber daya yang terbatas, tetapi kami belajar bahwa kerja sama dan gotong royong adalah kunci. Semangat itu juga saya lihat di Koperasi Pintu Air,” ujarnya.
Angga Kaka juga mengapresiasi visi KSP Kopdit Pintu Air yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi anggota, tetapi juga pembangunan karakter dan nilai-nilai kebersamaan.
Menurut dia, moto koperasi, “Kamu susah, saya bantu. Saya susah, kamu bantu”, mencerminkan semangat solidaritas yang perlu terus dijaga.
“Saya sangat mendukung koperasi ini karena semangatnya membangun masyarakat agar sejahtera dan saling membantu,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat agar tidak merasa rendah diri karena berasal dari keluarga petani, nelayan, maupun buruh.
Menurut dia, melalui pendidikan, kerja sama, dan pemberdayaan yang berkelanjutan, masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup dan melahirkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di berbagai bidang.
Sementara itu, Ketua Cabang KSP Kopdit Pintu Air Elopada, Dominikus Dairo Bili, mengatakan peresmian kantor cabang tersebut merupakan penantian sejak 2023.
Ia menyampaikan terima kasih kepada pengurus pusat, dewan pengawas, dan jajaran manajemen yang telah memberikan kepercayaan sehingga kantor cabang tersebut akhirnya dapat diresmikan.
Dominikus juga memaparkan perkembangan KSP Kopdit Pintu Air Cabang Elopada dalam tiga tahun terakhir. Jumlah anggota meningkat dari 1.942 orang pada Februari 2023 menjadi 4.358 orang per 31 Mei 2026.
Pada periode yang sama, aset koperasi melonjak dari Rp 8,25 miliar menjadi Rp 36,99 miliar. Simpanan anggota juga meningkat dari Rp 5,33 miliar menjadi Rp 12,33 miliar, sedangkan saldo pinjaman anggota bertumbuh dari Rp 7,23 miliar menjadi Rp 21,09 miliar.
Menurut Dominikus, capaian tersebut tidak lepas dari kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus mengalir agar koperasi dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah Elopada dan sekitarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengajak seluruh anggota melihat perjalanan koperasi bukan semata dari besarnya aset, melainkan dari semangat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Ia menceritakan, KSP Kopdit Pintu Air lahir dari Kampung Rotat, sekitar 15 kilometer dari Kota Maumere, sebuah wilayah yang kala itu masih memiliki banyak keterbatasan, termasuk akses terhadap air bersih.
“Koperasi ini lahir dari kampung kecil. Kami memulai dari kelompok kecil, dari 50 orang arisan keluarga, kemudian berkembang menjadi usaha bersama simpan pinjam hingga akhirnya menjadi Credit Union,” kata Yakobus.
Menurut dia, sejak awal filosofi yang dibangun bukan mengumpulkan uang, melainkan mengumpulkan manusia yang memiliki semangat saling membantu.
“Credit Union itu kumpulan manusia, bukan kumpulan uang. Kita datang ke mana-mana mencari manusia, bukan mencari uang,” ujarnya.
Yakobus juga membagikan perjalanan hidupnya sebelum memimpin koperasi.
Ia mengaku pernah bekerja sebagai penjaga toko, kemudian berkarier di dunia perbankan, hingga akhirnya mengabdikan diri dalam gerakan koperasi.
Saat ini, kata dia, KSP Kopdit Pintu Air telah memiliki sekitar 507.000 anggota dengan total aset mencapai Rp 2,7 triliun.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa besarnya aset bukanlah tujuan utama, melainkan cerminan kepercayaan dan kebersamaan para anggota.
“Ini gerakan dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Kuncinya tetap menabung karena dari tabungan itulah anggota bisa membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Yakobus menambahkan, KSP Kopdit Pintu Air menargetkan memiliki 129 kantor cabang di seluruh Indonesia hingga Desember 2029.
Peresmian KCP Elopada sebagai kantor cabang ke-68 menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan berbasis koperasi sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di berbagai daerah. (rnc29)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan