Menurutnya, proses evaluasi tersebut harus mampu menggambarkan perkembangan nyata yang terjadi dalam tata kelola dan kualitas layanan universitas dari waktu ke waktu.

“Yang diharapkan dari Maturity Rating ini adalah adanya peningkatan performa dari tahun ke tahun. Kita tidak semata-mata mengejar nilai di atas kertas, tetapi membuktikan bahwa universitas terus mengalami kemajuan nyata dalam tata kelola, kualitas layanan, dan pelaksanaan tugas pokoknya,” tegas Prof. Paul.

Antisipasi Perubahan Kebijakan Penilaian

Rapat koordinasi ini juga menjadi bagian dari langkah antisipatif Undana dalam menghadapi dinamika regulasi terbaru yang tengah disiapkan oleh kementerian terkait.

Saat ini pemerintah pusat diketahui sedang melakukan penyempurnaan terhadap pedoman dan formula penilaian Maturity Rating, sehingga mekanisme penilaian mandiri atau self-assessment untuk sementara waktu ditunda.

Meski demikian, manajemen Undana memilih untuk tetap mempercepat proses inventarisasi data dan penguatan dokumentasi internal.

Seluruh koordinator aspek diminta merapikan sistem dokumentasi digital serta memastikan seluruh bukti pendukung (evidence) tersedia dan terdokumentasi secara valid agar siap digunakan ketika sistem penilaian kembali dibuka.

Perbaiki Kelemahan Dokumentasi

Berdasarkan hasil evaluasi pada periode sebelumnya, Tim Matrat menemukan sejumlah capaian program dan kinerja universitas belum terbaca secara optimal dalam sistem penilaian nasional.