Salah seorang peserta KKN, Tabita Silaban, mahasiswi Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana, menilai etika dan penghormatan terhadap budaya lokal menjadi kunci keberhasilan selama menjalankan pengabdian.

“Hal pertama yang wajib dimiliki mahasiswa adalah etika dan norma kesopanan. Kita harus melebur dan menyesuaikan diri dengan budaya di NTT. Jangan sampai aktivitas kita menyalahi adat istiadat di desa dan menyinggung perasaan masyarakat lokal,” katanya.

Menurut Tabita, keberhasilan KKN tidak hanya ditentukan oleh kualitas program kerja, tetapi juga kemampuan mahasiswa membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

Perkuat Kolaborasi untuk Percepatan Pembangunan NTT

Pelaksanaan KKN tahun ini menunjukkan transformasi strategi pengabdian masyarakat yang dilakukan Undana. Melalui lima skema tematik berbasis kolaborasi dengan kementerian, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi nasional, mahasiswa diarahkan untuk terlibat langsung dalam penyelesaian berbagai persoalan strategis di NTT.

Program-program tersebut menyasar isu prioritas seperti penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem melalui Gentaskin, hingga peningkatan kualitas infrastruktur dasar di wilayah terpencil.