Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
London, RakyatNTT.ID – Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menunjukkan optimisme tinggi menjelang bergulirnya Piala Dunia FIFA 2026. Juru taktik asal Jerman itu meyakini skuad The Three Lions memiliki kualitas dan mentalitas yang cukup untuk melangkah jauh, bahkan meraih gelar juara dunia.
Keyakinan tersebut muncul setelah Tuchel melakukan serangkaian evaluasi pertandingan serta berdiskusi dengan para pemain dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, respons yang ditunjukkan para pemain memperlihatkan adanya persatuan dan komitmen kuat dalam tim.
Tuchel Melihat Fondasi Kuat dalam Skuad Inggris
Tuchel mengatakan bahwa kualitas individu pemain yang dipadukan dengan kekompakan tim menjadi modal penting bagi Inggris untuk mengejar gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah mereka.
“Saat saya kembali menganalisis pertandingan-pertandingan kami dan menyusun sesi latihan serta pertemuan untuk menyatukan kembali tim di Florida berdasarkan fondasi yang sudah kami bangun, saya melihat banyak kualitas dalam tim,” ujar Tuchel kepada Sky Sports News sebelum keberangkatan tim ke Amerika Serikat.
Menurutnya, berbagai percakapan yang terjadi di dalam skuad, baik yang bersifat positif maupun menantang, justru memperlihatkan kuatnya ikatan antarpemain.
“Itu langsung memberi saya keyakinan penuh dan antusiasme bahwa kami bisa melangkah sangat jauh. Semua reaksi para pemain menunjukkan bahwa kami sudah memiliki ikatan yang kuat,” katanya.
Tuchel juga mengungkapkan bahwa sejumlah pemain yang tidak masuk skuad tetap memberikan dukungan dan doa terbaik bagi tim, sesuatu yang menurutnya menjadi indikator positif bagi atmosfer di ruang ganti Inggris.
Kamp Latihan di Amerika jadi Bagian Persiapan
Sebagian besar pemain pilihan Tuchel bertolak ke Amerika Serikat pada Senin (1/6/2026) untuk mengikuti pemusatan latihan selama 10 hari di kawasan West Palm Beach.
Sebanyak 21 dari 26 pemain yang masuk skuad telah berkumpul untuk memulai program adaptasi terhadap kondisi cuaca dan zona waktu yang akan mereka hadapi selama turnamen berlangsung di Amerika Utara.
Beberapa pemain diketahui menghabiskan masa liburan mereka di Amerika Serikat maupun kawasan Karibia setelah berakhirnya musim kompetisi Premier League.
Tuchel telah memberikan arahan khusus agar para pemain segera beradaptasi dengan suhu udara yang tinggi dan perubahan waktu guna memaksimalkan kondisi fisik sebelum turnamen dimulai.
FA Siapkan Simulasi Cuaca Ekstrem
Persiapan Inggris menghadapi Piala Dunia 2026 tidak dilakukan secara instan. Staf pelatih bersama tim ilmuwan olahraga dari The Football Association telah menyusun program khusus selama lebih dari satu tahun.
Pada Juni tahun lalu, FA bahkan membangun ruang simulasi panas di Barcelona untuk meniru kondisi cuaca yang diperkirakan akan dihadapi para pemain selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam simulasi tersebut, suhu udara dibuat mencapai lebih dari 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 75 persen. Para pemain juga diminta menggunakan kapsul biometrik untuk memantau suhu tubuh dan respons fisik selama latihan intensitas tinggi.
Data yang diperoleh kemudian digunakan untuk menilai kemampuan pemulihan setiap pemain setelah menjalani aktivitas fisik berat.
Selain itu, FA turut berkonsultasi dengan berbagai tim olahraga Inggris yang pernah bertanding dalam kondisi cuaca ekstrem guna memperoleh masukan terkait strategi adaptasi yang efektif.
Cuaca Panas jadi Tantangan, bukan Alasan
Meski mengakui cuaca panas akan menjadi salah satu tantangan terbesar di Piala Dunia 2026, Tuchel menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan jika Inggris gagal memenuhi target.
Menurutnya, seluruh peserta turnamen akan menghadapi tantangan yang sama sehingga kesiapan menjadi faktor penentu keberhasilan.
“Panas akan menjadi tantangan besar, tetapi itu bukan alasan. Semua tim harus menghadapi kondisi yang sama, dan kami harus siap mengatasinya,” tegas Tuchel.
Dengan persiapan yang matang, kekompakan tim yang semakin kuat, serta dukungan penuh dari federasi, Inggris berharap dapat mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah terakhir kali meraihnya pada tahun 1966. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan