Pada Juni tahun lalu, FA bahkan membangun ruang simulasi panas di Barcelona untuk meniru kondisi cuaca yang diperkirakan akan dihadapi para pemain selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dalam simulasi tersebut, suhu udara dibuat mencapai lebih dari 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 75 persen. Para pemain juga diminta menggunakan kapsul biometrik untuk memantau suhu tubuh dan respons fisik selama latihan intensitas tinggi.

Data yang diperoleh kemudian digunakan untuk menilai kemampuan pemulihan setiap pemain setelah menjalani aktivitas fisik berat.

Selain itu, FA turut berkonsultasi dengan berbagai tim olahraga Inggris yang pernah bertanding dalam kondisi cuaca ekstrem guna memperoleh masukan terkait strategi adaptasi yang efektif.

Cuaca Panas jadi Tantangan, bukan Alasan

Meski mengakui cuaca panas akan menjadi salah satu tantangan terbesar di Piala Dunia 2026, Tuchel menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan jika Inggris gagal memenuhi target.

Menurutnya, seluruh peserta turnamen akan menghadapi tantangan yang sama sehingga kesiapan menjadi faktor penentu keberhasilan.

“Panas akan menjadi tantangan besar, tetapi itu bukan alasan. Semua tim harus menghadapi kondisi yang sama, dan kami harus siap mengatasinya,” tegas Tuchel.