Memasuki era modern, tongkat estafet kepemimpinan kini berada di tangan Andry Sianto. Dengan semangat baru dan visi yang lebih modern, ia terus membawa Toko Mubatar berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah menjadi fondasi usaha keluarga tersebut sejak pertama kali berdiri.

“Sebagaimana filosofi jagung yang tetap hidup di berbagai zaman, Toko Mubatar terus berdiri kokoh, menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan masa depan masyarakat Timor,” ujar Andry Sianto saat ditemui awak media belum lama ini.

Menurut Andry, perjalanan panjang Toko Mubatar merupakan bukti bahwa sebuah usaha yang dimulai dari gagasan sederhana dapat bertahan dan berkembang apabila dijalankan dengan kerja keras, konsistensi, dan kepercayaan masyarakat.

Sia Kie Moe, perintis Toko Mubatar

Keberadaan Toko Mubatar juga memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia usaha di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Bahkan, kisah perjalanan usaha keluarga ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani membangun bisnis dari nol dengan semangat pantang menyerah.

Bermula dari sebuah toko induk yang berlokasi di Jalan Timor Raya Kilometer 0, kawasan Pasar Lama Kota So’E, usaha yang dirintis oleh almarhum Sia Kie Moe kini telah berkembang menjadi sejumlah unit usaha yang tersebar di pusat kota.