“Yang terpenting bukan bagaimana kita menghindari kritik, tetapi bagaimana kita meresponsnya untuk melakukan perbaikan kinerja,” katanya.

“Face the Problem and Solve the Problem”

Dalam arahannya, Prof. Jefri menegaskan bahwa persoalan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kepemimpinan. Ia mengutip prinsip kepemimpinan, “You know the problem, face the problem, and solve the problem.”

Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh larut dalam persoalan, tetapi harus berani menghadapinya dan menyelesaikannya secara bertahap.

Iklan

“Kita tidak usah larut dengan masalah. Hadapi masalah dan selesaikan satu per satu. Jangan biarkan persoalan menumpuk. Yang paling penting, jangan sampai diri kita sendiri justru menjadi masalah,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Prof. Jefri menegaskan bahwa penunjukan wakil rektor merupakan dinamika yang wajar dalam organisasi dan tidak perlu dikaitkan dengan proses suksesi kepemimpinan maupun kepentingan tertentu.

“Persoalan siapa yang dipilih menjadi wakil rektor adalah hal yang biasa. Jangan lagi dikaitkan dengan proses suksesi karena semuanya sudah selesai. Mari bergandengan tangan membangun Universitas Nusa Cendana dan melanjutkan warisan baik yang telah ditinggalkan para pemimpin sebelumnya,” ujarnya.