Jakarta, RakyatNTT.ID – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, persaingan tidak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga dalam hal nilai pasar skuad. Timnas Inggris datang ke turnamen dengan status sebagai salah satu tim paling bernilai di dunia, namun masih harus mengakui keunggulan rival lamanya, Prancis.

Berdasarkan data yang dikutip dari Daily Mail, skuad asuhan Thomas Tuchel memiliki nilai pasar mencapai £1,13 miliar atau sekitar Rp24 triliun. Angka tersebut menempatkan Inggris sebagai tim dengan valuasi tertinggi kedua di Piala Dunia 2026.

Meski demikian, posisi puncak masih ditempati Prancis dengan nilai pasar fantastis mencapai £1,32 miliar.

Jude Bellingham jadi Aset Termahal Inggris

Nilai pasar tinggi yang dimiliki Inggris tidak lepas dari keberadaan sejumlah pemain muda elite yang tampil gemilang di kompetisi Eropa.

Gelandang andalan Jude Bellingham menjadi pemain termahal dalam skuad Inggris dengan estimasi nilai pasar mencapai £121,08 juta. Selain Bellingham, The Three Lions juga diperkuat pemain-pemain bernilai tinggi seperti Declan Rice, Morgan Rogers, Marc Guéhi, Jarell Quansah, hingga John Stones.

Di lini depan, kapten Harry Kane masih menjadi andalan utama dalam upaya mengakhiri puasa gelar Piala Dunia yang telah berlangsung sejak tahun 1966.

Dengan komposisi pemain yang bertabur bintang, Inggris masuk dalam daftar favorit juara pada turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Prancis Pimpin Daftar Tim Termahal

Sementara itu, Prancis kembali menunjukkan kekuatan finansial dan kualitas skuadnya dengan menjadi negara pemilik nilai pasar tertinggi di Piala Dunia 2026.

Les Bleus memiliki valuasi mencapai £1,32 miliar, unggul cukup jauh dari Inggris dan Spanyol.

Pemain termahal dalam skuad Prancis adalah Kylian Mbappe dengan nilai pasar mencapai £173 juta. Nilai tersebut menjadikannya salah satu pemain termahal di dunia bersama Lamine Yamal dan Erling Haaland.

Spanyol berada di posisi ketiga dengan nilai pasar £1,09 miliar, sekaligus menjadi negara ketiga yang berhasil menembus angka valuasi lebih dari £1 miliar.

Argentina Hanya Peringkat Kedelapan

Menariknya, juara bertahan Piala Dunia 2022, Argentina, tidak masuk dalam lima besar daftar tim dengan nilai pasar tertinggi.

Tim yang dipimpin Lionel Messi tersebut hanya menempati posisi kedelapan dengan nilai pasar sekitar £707,76 juta.

Di atas Argentina terdapat Portugal, Jerman, Brasil, dan Belanda yang memiliki nilai pasar skuad lebih tinggi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa nilai pasar bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan di Piala Dunia. Argentina telah membuktikan hal tersebut saat meraih gelar juara dunia meski tidak memiliki skuad dengan valuasi tertinggi.

Tuchel Buat Keputusan Berani

Tingginya nilai pasar skuad Inggris juga diwarnai sejumlah keputusan mengejutkan dari pelatih Thomas Tuchel.

Mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munchen itu memilih tidak memasukkan beberapa nama besar seperti Phil Foden, Cole Palmer, Trent Alexander-Arnold, dan Harry Maguire ke dalam skuad akhir yang dibawa ke Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola Inggris. Namun Tuchel menegaskan bahwa pemilihan pemain dilakukan berdasarkan kebutuhan taktik, keseimbangan tim, serta performa terkini.

Sebagai gantinya, beberapa pemain yang sedang menunjukkan perkembangan signifikan seperti Ivan Toney, Djed Spence, dan Morgan Rogers mendapatkan kesempatan tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.

Daftar Nilai Pasar Tim Piala Dunia 2026

1) Prancis – £1,32 miliar

2) Inggris – £1,13 miliar

3) Spanyol – £1,09 miliar

4) Portugal – £880 juta

5) Jerman – £862,97 juta

6) Brasil – £788,78 juta

7) Belanda – £723,93 juta

8) Argentina – £707,76 juta

9) Norwegia – £519,68 juta

10) Belgia – £469,45 juta

11) Pantai Gading – £459,07 juta

12) Maroko – £422,15 juta

13) Senegal – £408,92 juta

14) Turki – £408,74 juta

15) Swedia – £370,25 juta

16) Uruguay – £350,9 juta

17) Kroasia – £333,51 juta

18) Amerika Serikat – £327,03 juta

19) Ekuador – £325,3 juta

20) Swiss – £288,46 juta

21) Kolombia – £263,95 juta

22) Jepang – £241,16 juta

23) Austria – £234,94 juta

24) Aljazair – £222,75 juta

25) Ghana – £199,64 juta

26) Kanada – £175,58 juta

27) Meksiko – £168,27 juta

28) Republik Ceko – £164,45 juta

29) Skotlandia – £152,39 juta

30) Paraguay – £135,89 juta

31) Bosnia & Herzegovina – £129,04 juta

32) Republik Demokratik Kongo – £128,91 juta

33) Korea Selatan – £123,07 juta

34) Mesir – £116,48 juta

35) Australia – £63,7 juta

36) Uzbekistan – £63,16 juta*

37) Tunisia – £60,06 juta

38) Tanjung Verde – £48,59 juta

39) Haiti – £48,09 juta

40) Afrika Selatan – £39,61 juta

41) Arab Saudi – £32,09 juta

42) Selandia Baru – £30,57 juta

43) Panama – £30,12 juta

44 Iran – £28,24 juta

45) Curaçao – £22,51 juta

46) Irak – £18,21 juta

47) Qatar – £17,24 juta

48) Yordania – £16,89 juta

Dengan status sebagai skuad termahal kedua di turnamen, Inggris membawa ekspektasi besar untuk meraih trofi Piala Dunia pertama mereka dalam enam dekade terakhir. Namun, tingginya nilai pasar harus dibuktikan dengan performa di lapangan jika ingin mengakhiri penantian panjang publik sepak bola Inggris.

Ambisi Besar Timnas Inggris

Timnas Inggris datang ke Piala Dunia 2026 bukan hanya dengan ambisi besar untuk mengakhiri puasa gelar sejak 1966. The Three Lions juga membawa status sebagai salah satu skuad termahal di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Berdasarkan estimasi nilai pasar terkini, skuad pilihan Thomas Tuchel memiliki total valuasi sekitar 1,31 miliar euro atau setara lebih dari Rp24 triliun.

Angka fantastis itu menempatkan Inggris di jajaran favorit juara sekaligus menjadi salah satu tim dengan nilai skuad tertinggi di Piala Dunia 2026.

Kekuatan utama Inggris berada di lini tengah yang dihuni sejumlah pemain elite Eropa. Nama-nama seperti Jude Bellingham, Declan Rice, hingga Morgan Rogers menjadi aset berharga yang membuat nilai pasar skuad melonjak drastis.

Di lini belakang, Inggris juga memiliki sederet pemain bernilai tinggi seperti Marc Guéhi, Jarell Quansah, dan John Stones. Sementara sektor serang dipimpin kapten Harry Kane yang tetap menjadi tumpuan utama dalam misi membawa pulang trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah negara tersebut.

Tuchel Berani Tinggalkan Sejumlah Bintang

Menariknya, tingginya nilai skuad Inggris tidak membuat Thomas Tuchel ragu mengambil keputusan besar. Sejumlah nama tenar seperti Phil Foden, Cole Palmer, Trent Alexander-Arnold, hingga Harry Maguire tidak masuk dalam daftar akhir 26 pemain yang dibawa ke Amerika Utara.

Keputusan tersebut sempat mengejutkan publik Inggris. Namun, Tuchel menegaskan bahwa pemilihan pemain dilakukan berdasarkan kebutuhan taktik, keseimbangan skuad, serta performa terbaru.

Sebagai gantinya, beberapa pemain yang sedang menanjak seperti Ivan Toney, Djed Spence, dan Morgan Rogers mendapatkan kesempatan tampil di turnamen terbesar dunia tersebut. (*/rnc)