Menurutnya, hasil tersebut membuktikan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang seni.

Tari Likurai Diusulkan Menjadi Warisan Budaya Dunia

Kerja sama jilid kedua ini membawa visi yang lebih besar. Pemerintah Kabupaten Belu berencana memperluas kolaborasi bersama ISI Surakarta hingga melibatkan Pemerintah Timor Leste.

Salah satu agenda utama adalah mendorong Tari Likurai agar dapat didaftarkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Bupati Willy Lay mengungkapkan Presiden Timor Leste juga memiliki keinginan agar tarian khas masyarakat perbatasan tersebut memperoleh pengakuan dunia sebagai warisan budaya bersama dua negara serumpun.

Jika terwujud, langkah ini diyakini tidak hanya meningkatkan pelestarian budaya lokal, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Timor Leste sekaligus membuka peluang promosi pariwisata di kawasan perbatasan.

Festival Fulan Fehan Disiapkan Lebih Mandiri

Selain pengembangan Tari Likurai, Pemerintah Kabupaten Belu juga menaruh perhatian pada keberlanjutan Festival Fulan Fehan yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keempat.