Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis data rerata nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh provinsi Indonesia.
Hasil asesmen menunjukkan Provinsi Bali berhasil mencatatkan nilai di atas rata-rata nasional pada kedua jenjang pendidikan. Sebaliknya, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berada di bawah capaian nasional.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, rerata nilai TKA Bahasa Indonesia secara nasional untuk jenjang SD mencapai 60,14. Sementara pada jenjang SMP, rata-rata nasional tercatat sebesar 60,83.
NTT dan NTB Masih di Bawah Rata-Rata Nasional
Di kawasan Nusa Tenggara, Bali menjadi provinsi dengan capaian terbaik. Rata-rata nilai TKA Bahasa Indonesia di Bali mencapai 64,15 untuk jenjang SD dan 66,35 pada tingkat SMP.
Sementara itu, NTB mencatat rata-rata nilai 54,76 pada jenjang SD dan 54,03 untuk SMP. Adapun NTT memperoleh nilai yang lebih rendah, yakni 49,77 pada tingkat SD dan 52,47 pada jenjang SMP.
Capaian tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam peningkatan kualitas literasi dan kemampuan berbahasa Indonesia bagi peserta didik di NTT dan NTB dibandingkan rata-rata nasional.
DI Yogyakarta Tertinggi secara Nasional
Secara nasional, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta menjadi provinsi dengan nilai TKA Bahasa Indonesia tertinggi.
Pada jenjang SD, Yogyakarta mencatat skor rata-rata 75,14, sedangkan untuk tingkat SMP mencapai 73,74. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh provinsi di Indonesia.
Sementara itu, nilai terendah pada jenjang SD tercatat di Maluku Utara dengan skor 46,41. Untuk jenjang SMP, posisi terendah ditempati Papua Pegunungan dengan nilai rata-rata 47,11.
Jakarta dan Kepulauan Riau Masuk Kelompok Teratas
Selain Yogyakarta, sejumlah provinsi juga mencatatkan capaian tinggi dalam TKA Bahasa Indonesia.
DKI Jakarta memperoleh rata-rata nilai 71,30 pada tingkat SD dan 71,32 pada SMP. Kepulauan Riau mencatat skor 66,39 untuk SD dan 66,52 untuk SMP.
Bangka Belitung juga menunjukkan performa yang baik dengan nilai rata-rata 64,75 pada jenjang SD dan 69,24 pada SMP.
Data bukan Peringkat Provinsi
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Rahmawati, menegaskan bahwa data yang dipublikasikan bukan merupakan peringkat atau ranking provinsi berdasarkan hasil TKA.
Menurutnya, daftar tersebut disusun berdasarkan kode provinsi yang digunakan dalam sistem pendataan Tes Kemampuan Akademik.
Karena itu, data lebih ditujukan sebagai bahan evaluasi dan pemetaan mutu pendidikan di masing-masing daerah, bukan sebagai kompetisi antarprovinsi.
Evaluasi Mutu Pendidikan Daerah
Rilis data TKA Bahasa Indonesia ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mengukur kemampuan literasi siswa di Indonesia. Hasil asesmen diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk menyusun kebijakan peningkatan mutu pendidikan yang lebih tepat sasaran.
Bagi NTT dan NTB, capaian yang masih berada di bawah rata-rata nasional menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat program peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya dalam kemampuan membaca, memahami, dan mengolah informasi melalui bahasa Indonesia.
Dengan pemetaan yang lebih akurat, diharapkan kesenjjangan kualitas pendidikan antarwilayah dapat terus diperkecil sehingga seluruh peserta didik di Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.
Berikut ini nilai rerata TKA mapel bahasa Indonesia per provinsi:
1. Jakarta
• SD: 71,30
• SMP: 71,32
2. Jawa Barat
• SD: 60,22
• SMP: 61,26
3. Jawa Tengah
• SD: 65,14
• SMP: 65,95
4. DI Yogyakarta
• SD: 75,14
• SMP: 73,74
5. Jawa Timur
• SD: 62,74
• SMP: 63,46
6. Aceh
• SD: 53,73
• SMP: 52,44
7. Sumatera Utara
• SD: 55,72
• SMP: 56,30
8. Sumatera Barat
• SD: 63,22
• SMP: 63,19
9. Riau
• SD: 60,02
• SMP: 60,70
10. Jambi
• SD: 58,30
• SMP: 57,19
11. Sumatera Selatan
• SD: 56,50
• SMP: 56,72
12. Lampung
• SD: 58,53
• SMP: 57,80
13. Kalimantan Barat
• SD: 55,9
• SMP: 58,15
14. Kalimantan Tengah
• SD: 59,07
• SMP: 59,44
15. Kalimantan Selatan
• SD: 63,94a
• SMP: 63,03
16. Kalimantan Timur
• SD: 63,71
• SMP: 63,88
17. Sulawesi Utara
• SD: 54,40
• SMP: 56,12
18. Sulawesi Tengah
• SD: 53,78
• SMP: 54,51
19. Sulawesi Selatan
• SD: 56,54
• SMP: 56,73
20. Sulawesi Tenggara
• SD: 54,30
• SMP: 54,99
21. Maluku
• SD: 50,54
• SMP: 52,45
22. Bali
• SD: 64,15
• SMP: 66,35
23. Nusa Tenggara Barat
• SD: 54,76
• SMP: 54.03
24. Nusa Tenggara Timur
• SD: 49,77
• SMP: 52,47
25. Papua
• SD: 51,08
• SMP: 52,45
26. Bengkulu
• SD: 59,43
• SMP: 69,17
27. Maluku Utara
• SD: 46,41
• SMP: 49,16
28. Bangka Belitung
• SD: 64,75
• SMP: 69,24
29. Gorontalo
• SD: 53,32
• SMP: 54,21
30. Banten
• SD: 58,87
• SMP: 58,76
31. Kepulauan Riau
• SD: 66,39
• SMP: 66,52
32. Sulawesi Barat
• SD: 50,01
• SMP: 52,13
33. Papua Barat
• SD: 50,05
• SMP: 52,89
34. Kalimantan Utara
• SD: 62,04
• SMP: 61,70
35. Papua Selatan
• SD: 49,44
• SMP: 49,12
36. Papua Tengah
• SD: 54,07
• SMP: 54,26
37. Papua Pegunungan
• SD: 53,01
• SMP: 47,11
38. Papua Barat Daya
• SD: 50,05
• SMP: 53,43
39. Sekolah Indonesia di Luar Negeri
• SD: 56,31
• SMP: 61,14
(*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan