Karena tidak ada gol tambahan, pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Bounou jadi Pahlawan di Adu Penalti

Drama adu penalti berlangsung menegangkan.

Belanda membuka adu penalti melalui Teun Koopmeiners yang sukses menjalankan tugasnya. Namun, Justin Kluivert dan Jurrien Timber gagal mencetak gol.

Iklan

Di kubu Maroko, Neil El Aynaoui memang gagal pada tendangan pertama, tetapi Soufiane Rahimi, Bilal El Khannouss Talbi, dan Ismael Saibari berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara Achraf Hakimi juga gagal setelah tendangannya membentur tiang.

Penentu kemenangan hadir saat Crysencio Summerville gagal menaklukkan Yassine Bounou. Kiper berpengalaman itu melakukan penyelamatan krusial yang memastikan Maroko menang 3-2 dalam adu penalti.

Maroko Kembali Ukir Prestasi di Piala Dunia

Keberhasilan menyingkirkan Belanda menjadi bukti konsistensi Maroko sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia setelah pencapaian bersejarah mereka di Piala Dunia edisi sebelumnya.

Solidnya pertahanan, dominasi penguasaan bola, serta penampilan gemilang Yassine Bounou menjadi faktor utama keberhasilan Singa Atlas melangkah ke babak 16 besar.

Sebaliknya, Belanda harus melakukan evaluasi setelah gagal mempertahankan keunggulan di penghujung pertandingan. Gol telat Issa Diop dan kegagalan para algojo dalam adu penalti menjadi penyebab utama Oranje harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 lebih cepat. (*/rnc)