Houston, RakyatNTT.ID – Timnas Jepang menghadapi ujian berat pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Samurai Biru dijadwalkan bertemu raksasa sepak bola dunia, Brasil, di Houston Stadium, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB.

Meski berstatus nonunggulan, Jepang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil lolos dari fase grup. Namun, tim asuhan Hajime Moriyasu harus menghadapi kabar kurang menggembirakan karena gelandang andalan mereka, Takefusa Kubo, dipastikan absen akibat cedera.

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, memastikan pemain Real Sociedad itu belum pulih sepenuhnya dan belum bisa diturunkan menghadapi Tim Samba.

Iklan

“Dia masih menjalani latihan lari dan latihan fisik secara mandiri, jadi dia tidak akan bermain dalam pertandingan melawan Brasil,” kata Moriyasu, dikutip dari ESPN, Senin (29/6/2026).

“Kami sangat berharap dia bisa segera pulih, dan dia pun menginginkan hal yang sama,” lanjutnya.

Cedera Sejak Laga Kontra Belanda

Kubo sejatinya diproyeksikan menjadi salah satu pemain kunci Jepang di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 25 tahun itu tampil sebagai starter saat Samurai Biru menghadapi Belanda pada laga pembuka Grup F.

Dalam pertandingan yang berakhir imbang 2-2 tersebut, Kubo mencatatkan satu assist sebelum mengalami benturan keras dengan pemain Belanda pada menit ke-74. Cedera di lutut kiri memaksanya ditarik keluar lapangan.

Hasil pemeriksaan MRI kemudian mengonfirmasi cedera tersebut. Kubo harus meninggalkan stadion menggunakan kursi roda dan menjalani proses pemulihan sehingga absen dalam dua laga penyisihan grup berikutnya.

Tanpa kehadiran sang playmaker, Jepang justru tampil impresif dengan menghancurkan Tunisia 4-0 sebelum bermain imbang 1-1 melawan Swedia untuk memastikan tiket ke babak gugur.

Sejak menjalani debut bersama tim nasional senior pada 9 Juni 2019, Kubo telah mengoleksi 50 penampilan dan mencetak tujuh gol untuk Jepang.

Moriyasu Tetap Yakin Bisa Kejutkan Brasil

Meski kehilangan salah satu pemain terbaiknya, Moriyasu tetap optimistis anak asuhnya mampu memberikan perlawanan sengit bahkan menciptakan kejutan dengan menyingkirkan Brasil.

Menurutnya, Jepang memang tidak dijagokan, tetapi justru situasi itu menjadi motivasi tambahan bagi timnya.

“Di kancah dunia, Brasil menempati peringkat teratas sementara peringkat Jepang tidak setinggi itu. Begitulah kenyataannya,” ujar Moriyasu.

“Kami bertekad untuk menjuarai Piala Dunia, meskipun kami belum pernah mencapai level tersebut sebelumnya.”

Pelatih berusia 57 tahun itu mengatakan skuadnya akan tetap menghormati Brasil sebagai salah satu favorit juara, tetapi tidak datang hanya untuk bertahan.

“Saat menatap masa depan, setiap kesempatan baru membuka peluang bagi kami untuk percaya bahwa kami bisa menang. Kami benar-benar yakin memiliki peluang itu dan itulah yang kami perjuangkan.”

Moriyasu juga mengingatkan bahwa Jepang pernah mengejutkan dunia dengan mengalahkan tim-tim besar, termasuk Jerman dan Spanyol pada Piala Dunia 2022.

“Brasil selalu menjadi tim unggulan. Sebagian orang mungkin menganggap Jepang sebagai tim yang tidak diunggulkan. Kami akan menghormati lawan, tetapi kami percaya kami bisa mengubah sejarah.”

Jepang Siapkan Adu Penalti

Menghadapi pertandingan sistem gugur, Moriyasu juga telah mengantisipasi kemungkinan laga berlangsung hingga babak adu penalti.

Pengalaman pahit saat tersingkir dari Kroasia melalui adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 menjadi pelajaran berharga bagi Samurai Biru.

“Saat momen adu penalti kemungkinan besar terjadi, saya yang akan menentukan urutan para penendang,” tegas Moriyasu.

Apabila mampu menumbangkan Brasil, Jepang akan menghadapi pemenang pertandingan antara Pantai Gading melawan Norwegia pada babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung di Stadion New York New Jersey pada 5 Juli 2026.

Laga melawan Brasil menjadi peluang besar bagi Jepang untuk kembali menorehkan sejarah di Piala Dunia. Meski tanpa Takefusa Kubo, Samurai Biru bertekad membuktikan bahwa mereka masih mampu bersaing dengan kekuatan terbaik dunia. (*/rnc)