Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Alex menjalani musim yang cukup terganggu. Kebanyakan pemain membutuhkan waktu dan sejumlah pertandingan untuk kembali mencapai level tertinggi mereka, sehingga kami harus membangun kondisinya secara bertahap,” ungkap Graham Potter.
Potter meyakini eks penyerang Newcastle itu masih menyimpan potensi masif yang belum terkeluarkan seluruhnya. “Saya pikir masih ada lebih banyak yang akan datang darinya. Dia belum berada di level maksimal, tetapi dengan karakteristiknya, dia tetap mampu memberikan pengaruh besar. Dia akan semakin kuat sepanjang turnamen ini berlangsung,” cetusnya memberi peringatan kepada tim lawan.
Senyum Isak Kembali, Dampak Instan Duet Gyokeres
Selain faktor taktis di lapangan, Potter menyebut aspek psikologis menjadi kunci utama kembalinya ketajaman Isak. Pada musim debutnya di Merseyside Merah, Isak tercatat hanya mampu tampil dalam 14 laga Premier League dan mengemas 3 gol—catatan yang memicu kritik tajam dari publik akibat banderol mahalnya.
Namun, di bawah asuhan Potter di tim nasional, Isak terlihat kembali menemukan kegembiraan bermain bola.
“Hal terpenting bagi Alex adalah dia menikmati apa yang dilakukannya. Dia senang berada bersama tim dan bermain dengan senyum di wajahnya. Jika itu terjadi, maka dia adalah pemain yang luar biasa,” lanjut Potter.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan