Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
PIALA Dunia 2026 diperkirakan akan menjadi turnamen paling menguntungkan dalam sejarah FIFA. Format baru yang melibatkan 48 negara peserta serta peningkatan jumlah pertandingan menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan pendapatan organisasi sepak bola dunia tersebut.
Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu diproyeksikan menghasilkan pemasukan fantastis hingga 9 miliar dolar AS atau sekitar Rp161,6 triliun.
Berdasarkan studi terbaru dari S&P Global Market Intelligence, FIFA akan memperoleh pendapatan terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Dari total proyeksi tersebut, sekitar 3,9 miliar dolar AS berasal dari hak siar dan media yang tetap menjadi sumber pemasukan utama.
Format 48 Tim Dongkrak Pendapatan FIFA
Menurut laporan tersebut, peningkatan jumlah peserta dari 32 menjadi 48 negara akan membuat jumlah pertandingan melonjak dari 64 menjadi 104 laga.
Ekspansi format ini menjadi yang pertama dalam hampir tiga dekade terakhir dan diyakini akan membuka peluang komersial yang jauh lebih besar bagi FIFA.
Selain bertambahnya pertandingan, nilai ekonomi pasar Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama juga menjadi faktor penting yang mendukung peningkatan pendapatan.
Kerja sama media global yang semakin luas serta tingginya minat sponsor internasional turut memperkuat prospek keuntungan FIFA pada edisi kali ini.
Hak Siar Tetap jadi Sumber Pendapatan Terbesar
Peneliti S&P Global Market Intelligence memperkirakan hak siar akan menyumbang sekitar 3,9 miliar dolar AS dari total pendapatan Piala Dunia 2026.
Di luar itu, FIFA juga diprediksi meraup keuntungan besar dari sektor pemasaran, sponsor, penjualan tiket, dan layanan hospitality yang diperkirakan mencetak rekor baru.
Secara keseluruhan, FIFA diproyeksikan menghasilkan pendapatan sekitar 13 miliar dolar AS atau setara Rp233,4 triliun selama siklus empat tahunan 2023-2026.
Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan siklus sebelumnya pada periode 2019-2022 yang menghasilkan sekitar 6,5 miliar dolar AS.
Konsumsi Konten dan Penonton Diprediksi Pecahkan Rekor
Piala Dunia 2026 juga diperkirakan menjadi turnamen dengan tingkat konsumsi konten tertinggi sepanjang sejarah.
FIFA memproyeksikan sekitar 6 miliar interaksi akan tercipta melalui berbagai platform, mulai dari siaran televisi, layanan streaming, hingga media digital.
Prediksi tersebut didasarkan pada tren pertumbuhan konsumsi digital global serta kesuksesan final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis yang ditonton sekitar 1,5 miliar orang di seluruh dunia.
Selain itu, lebih dari lima juta penonton diperkirakan akan hadir langsung di stadion selama turnamen berlangsung di tiga negara tuan rumah.
Turnamen FIFA Lain Ikut Perkuat Pendapatan
Selain Piala Dunia putra, berbagai kompetisi FIFA lainnya juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan bisnis organisasi tersebut.
Piala Dunia Putri, turnamen kelompok umur, dan Piala Dunia Antarklub dinilai semakin memperkuat siklus komersial FIFA dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu pendorong utamanya adalah kesepakatan hak siar senilai 1 miliar dolar AS dengan DAZN pada 2025 serta kerja sama streaming baru dengan Netflix untuk pasar Amerika Serikat dan Kanada yang akan mulai berlaku pada 2027.
Menurut S&P Global Market Intelligence, strategi komersial jangka panjang FIFA memberikan kepastian bagi para mitra bisnis untuk terus berinvestasi dalam berbagai ajang internasional yang berada di bawah naungan FIFA.
Tiket dan Hospitality Diprediksi Lampaui Qatar 2022
Kepercayaan terhadap Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah juga menjadi alasan kuat di balik tingginya proyeksi pendapatan dari sektor tiket dan hospitality.
Pemasukan dari dua sektor tersebut diperkirakan melampaui capaian Piala Dunia 2022 di Qatar.
Bahkan, pendapatan dari penjualan tiket dan layanan hospitality diprediksi lebih tinggi sekitar 950 juta dolar AS dibandingkan proyeksi Piala Dunia 2030.
Dengan kombinasi format baru, pasar komersial yang besar, serta tingginya antusiasme global, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi tonggak sejarah baru bagi FIFA sebagai turnamen sepak bola paling bernilai secara ekonomi sepanjang masa. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan