Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kalabahi, RakyatNTT.ID – Festival Olang Mangsari 2026 kembali membuktikan bahwa pelestarian budaya mampu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, festival yang digelar di Pantai Vetabang, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor, menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.
Festival secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, yang didampingi Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH., MH, Rabu (24/6/2026).
Kehadiran pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan budaya sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.
Budaya Menjadi Penggerak Ekonomi Warga
Diselenggarakan oleh Jemaat GMIT Elim Dadibira, Festival Olang Mangsari menghadirkan berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni budaya, bazar UMKM, pameran hasil perikanan, kuliner khas daerah, hingga promosi wisata bahari.
Rangkaian kegiatan tersebut membuka peluang usaha bagi masyarakat Pulau Pura. Para nelayan, penenun, pengrajin anyaman, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa wisata memperoleh kesempatan memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Bagi masyarakat Pulau Pura, festival tahunan ini bukan sekadar agenda budaya, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan yang dinantikan setiap tahun.
Rocky Winaryo: Potensi Pulau Pura Harus Dikembangkan
Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo menilai Pulau Pura memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, kekayaan alam, tradisi masyarakat, serta produk-produk lokal dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.
“Pulau Pura memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan secara serius agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Rocky.
Ia juga menyoroti produk lokal seperti tuak atau sopi yang semakin diminati masyarakat. Menurutnya, peningkatan kualitas produksi, pengemasan, serta pemasaran perlu terus dilakukan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain itu, Rocky mengusulkan pembangunan tambatan perahu di kawasan Pantai Vetabang sebagai penunjang akses transportasi laut, khususnya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang menghadiri festival.
Pemprov NTT Dorong Satu Desa Satu Produk Unggulan
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma memperkenalkan program One Community One Product (OCOP) yang tengah dikembangkan Pemerintah Provinsi NTT.
Program tersebut bertujuan mendorong setiap komunitas atau desa mengembangkan satu produk unggulan berbasis potensi lokal sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Menurut Johni, Pulau Pura memiliki banyak kekayaan yang layak dikembangkan, mulai dari tenun tradisional, kerajinan anyaman, hasil laut, produk olahan perikanan, hingga budaya yang memiliki daya tarik tinggi bagi sektor pariwisata.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengajak seluruh warga menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan utama masyarakat pesisir.
Festival jadi Harapan Baru bagi Masyarakat Pulau Pura
Festival Olang Mangsari kini tidak hanya dikenal sebagai perayaan budaya, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat Pulau Pura.
Semakin banyaknya wisatawan yang hadir setiap tahun memberikan optimisme baru bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, dan memperkenalkan kekayaan budaya Alor ke tingkat nasional bahkan internasional.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai simbol komitmen membangun Pulau Pura melalui budaya dan pariwisata. Selanjutnya, Wakil Gubernur bersama rombongan meninjau bazar UMKM, menyaksikan atraksi tradisional menangkap ikan, serta berdialog dengan masyarakat mengenai potensi dan kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan