Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, permintaan tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Yang kedua, ada tindakan yang dinilai kurang bijaksana dari pengurus yang meminta warga memindahkan ternak mereka karena dapur harus steril. Hal ini tentu menimbulkan keresahan di masyarakat,” katanya.
Minta Warga Sekitar jadi Prioritas
Imanuel mengatakan dirinya telah menyampaikan harapan kepada pihak yayasan pengelola agar warga sekitar lokasi mendapat prioritas dalam perekrutan tenaga kerja ketika dapur mulai beroperasi.
Menurutnya, masyarakat dari Lingkungan I Seidun dan Lingkungan II Oila seharusnya menjadi kelompok pertama yang memperoleh kesempatan bekerja.
“Saya sudah menyampaikan kepada pemilik yayasan agar warga di sekitar dapur menjadi prioritas utama. Di wilayah itu ada dua lingkungan, yakni Lingkungan I Seidun dan Lingkungan II Oila. Masyarakat dari kedua lingkungan tersebut seharusnya mendapat kesempatan pertama untuk bekerja,” ujarnya.
Namun, menjelang operasional dapur MBG, warga mulai mempertanyakan proses perekrutan yang dinilai belum dilakukan secara terbuka.
“Masyarakat mulai bertanya-tanya karena tidak ada informasi terkait rekrutmen. Tiba-tiba dapur sudah hampir beroperasi. Ini yang sangat saya sayangkan,” tegasnya.
Dinilai Bisa Menggerakkan Ekonomi Warga
Imanuel berharap pemerintah daerah, khususnya pemerintah kecamatan, ikut melakukan pengawasan agar perekrutan tenaga kerja benar-benar mengutamakan masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan