Ba’a, RakyatNTT.ID – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, memberikan tanggapan terkait beredarnya informasi mengenai dugaan pengunduran diri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, Maria Isabela, S.KM., MPH, dan Direktur RSUD Ba’a, dr. Yulia Krones.

Informasi tersebut belakangan menjadi perbincangan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat setelah beredar melalui berbagai grup WhatsApp dan percakapan informal.

Saat dikonfirmasi media melalui pesan WhatsApp pada Rabu (3/6/2026), Bupati Paulus Henuk menyatakan akan terlebih dahulu meminta klarifikasi langsung kepada kedua pejabat yang bersangkutan sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.

“Besok (Kamis 4 Juni 2026) saya panggil mereka dulu, baru saya informasikan ya,” ujar Paulus Henuk singkat.

Belum Ada Kepastian soal Pengunduran Diri

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang memastikan adanya pengunduran diri dari Plt Kepala Dinas Kesehatan maupun Direktur RSUD Ba’a.

Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada dr. Yulia Krones melalui pesan WhatsApp belum memperoleh tanggapan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait informasi yang beredar, Maria Isabela mengaku belum mendapatkan informasi mengenai dugaan pengunduran diri Direktur RSUD Ba’a.

Media juga meminta klarifikasi kepada Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Rote Ndao, Ernest Sula, S.Pd.

Menurut Ernest, dirinya belum menerima informasi resmi terkait dugaan pengunduran diri Direktur RSUD Ba’a.

Sedangkan mengenai isu pengunduran diri Plt Kepala Dinas Kesehatan, ia mengaku sempat mendengar informasi tersebut, namun hingga kini belum menerima atau melihat surat pengunduran diri yang dimaksud.

Bupati Mengaku Belum Terima Surat Resmi

Secara terpisah, Bupati Paulus Henuk juga menyatakan bahwa hingga saat ini dirinya belum menerima surat pengunduran diri dari kedua pejabat tersebut.

Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa belum terdapat keputusan resmi terkait status jabatan keduanya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.

Karena itu, informasi mengenai pengunduran diri masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Beredar Berbagai Spekulasi di Tengah Masyarakat

Munculnya isu tersebut turut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat dan kalangan ASN mengenai alasan yang melatarbelakangi dugaan pengunduran diri dua pejabat penting di sektor kesehatan tersebut.

Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi maupun dokumen yang dapat membuktikan kebenaran berbagai dugaan yang beredar. (rnc30)