Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan kepelatihan.

“Saya berharap para peserta tidak hanya memperoleh lisensi, tetapi juga mendapatkan ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang dapat diterapkan untuk membina atlet-atlet muda di daerah masing-masing. Pelatih yang baik akan melahirkan atlet yang baik, dan atlet yang baik akan membawa nama NTT ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya saat membuka kegiatan secara resmi.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan mendapatkan berbagai materi mulai dari teori kepelatihan modern, metodologi latihan, teknik dan taktik permainan, manajemen tim, hingga praktik lapangan yang dipandu langsung oleh fasilitator nasional PBVSI NTT.

Tingginya animo peserta menjadi gambaran optimisme baru bagi masa depan bola voli Nusa Tenggara Timur. Dari Kabupaten Ende, kota yang memiliki nilai historis penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, PBVSI NTT berharap lahir energi baru untuk membangun ekosistem pembinaan yang lebih kuat, profesional, dan berkelanjutan.

Sebab kebangkitan prestasi tidak dimulai dari podium juara, melainkan dari para pelatih yang terus belajar, membina, dan menginspirasi. Dari Ende, fondasi kebangkitan bola voli NTT menuju PON 2028 mulai dibangun. (*/rnc)