“EU Centre nantinya akan menjadi sarana kolaborasi akademik sekaligus memperdalam pemahaman tentang kebijakan dan nilai-nilai Uni Eropa. Ini menjadi nilai tambah bagi Undana dalam memposisikan diri sebagai pusat studi internasional di Indonesia Timur,” ujar Santri E.P. Djahimo.

Selain itu, Undana juga dijadwalkan mengikuti pertemuan jaringan universitas di Yogyakarta pada Juni 2026 untuk membahas pengembangan kurikulum European Studies. Program ini diharapkan dapat memperkaya wawasan global mahasiswa melalui pendekatan pembelajaran yang adaptif dan relevan.

Kerja sama ini juga membuka akses bagi Undana untuk terlibat dalam program Horizon Europe, yaitu skema pendanaan riset terbesar Uni Eropa dengan anggaran mencapai €93,5 miliar. Program ini berfokus pada isu-isu strategis seperti perubahan iklim, energi berkelanjutan, dan transformasi digital.

Di sisi lain, mahasiswa Undana berpeluang mengikuti program mobilitas internasional melalui Erasmus International Credit Mobility dan Erasmus Mundus Joint Master’s Degrees.

Program ini diharapkan mampu mencetak lulusan berdaya saing global yang dapat membawa pengetahuan dan pengalaman internasional kembali ke Nusa Tenggara Timur.

Saat ini, kedua pihak tengah menyusun draf Nota Kesepahaman (MoU) sebagai payung hukum kerja sama. Rencana kolaborasi juga mencakup kuliah umum bersama Duta Besar Uni Eropa hingga peluang kunjungan belajar mahasiswa ke Kantor Delegasi Uni Eropa di Jakarta.