Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Untuk mendukung langkah tersebut, Undana telah mengintegrasikan sistem informasi penelitian dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) dan prioritas pembangunan daerah.
Bahkan pada tahun 2026, Undana menargetkan alokasi anggaran penelitian minimal Rp1 miliar untuk setiap wilayah mitra, termasuk Pemprov NTT.
Pemprov NTT Dorong Kolaborasi Inklusif
Plh. Sekda NTT, Flori Rita Wuisan, menyambut baik penguatan kerja sama tersebut. Ia menilai keterbatasan sumber daya birokrasi membuat pemerintah membutuhkan kolaborasi inklusif dengan dunia akademik.
Menurutnya, sinergi antara Pemprov NTT dan Undana sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam mendukung implementasi program Asta Cita melalui penguatan sains dan teknologi.
“Pemprov NTT tidak bisa bekerja sendiri. Undana memiliki potensi intelektual yang besar. Kolaborasi antara birokrasi dan akademisi adalah kunci untuk mengubah tantangan pembangunan menjadi peluang kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Flori.
Beberapa program yang akan segera ditindaklanjuti dalam kerja sama ini meliputi:
- Penyusunan regulasi berbasis kajian ilmiah
- Pendampingan desa wisata
- Digitalisasi data daerah
- Pengembangan sekolah vokasi berbasis potensi local
Dukung Visi “Ayo Bangun NTT”
Kerja sama antara Undana dan Pemprov NTT juga menjadi bagian penting dalam mendukung visi “Ayo Bangun NTT” yang mencakup transformasi digital, percepatan pembangunan infrastruktur dasar, hingga pemberdayaan generasi muda di sektor pertanian dan kelautan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan