Tambolaka, RakyatNTT.ID Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) melalui Pokja I menggelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Gedung Ro’o Luwa Cafe n Resto, Tambolaka, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Bonefasius Wungo.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Bonefasius menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Kabupaten SBD, khususnya Pokja I, atas kepedulian dan inisiatif menyelenggarakan kegiatan edukatif bagi masyarakat, terutama generasi muda.

“Edukasi seperti ini menjadi sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan perilaku hidup berisiko,” kata Bonefasius.

Menurut dia, penyalahgunaan narkoba memiliki kaitan erat dengan penyebaran HIV/AIDS. Penggunaan jarum suntik secara bergantian pada pengguna Napza serta perilaku seksual berisiko menjadi faktor utama penularan yang perlu diwaspadai bersama.

Bonefasius juga memaparkan kondisi penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten SBD yang dinilai cukup memprihatinkan.

Ia menyebutkan, kasus HIV/AIDS telah ditemukan di lebih dari 100 desa dan kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan.

Tidak hanya itu, kasus tersebut juga ditemukan pada berbagai latar belakang profesi dan kelompok usia, mulai dari ibu rumah tangga, petani, pekerja swasta, mahasiswa, ASN, aparat negara, pelajar hingga balita.

“Fakta ini menjadi pengingat bahwa persoalan HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama. Tidak boleh ada sikap abai, namun juga tidak boleh ada stigma. Yang harus kita bangun adalah kepedulian, edukasi, dan langkah nyata pencegahan,” ujarnya.

Di hadapan para peserta sosialisasi, Bonefasius turut memberikan pesan khusus kepada para pelajar dan generasi muda agar menjauhi narkoba demi masa depan mereka.

“Kepada anak-anakku para pelajar dan generasi muda, saya berpesan: jauhilah narkoba dalam bentuk apa pun. Jangan pernah mencoba, karena masa depan kalian terlalu berharga untuk dipertaruhkan. Jadilah generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Indonesia bersama komitmen global telah menargetkan berakhirnya epidemi HIV/AIDS pada tahun 2030. Karena itu, sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, tokoh agama dan tokoh masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan upaya pencegahan.

Menurut Bonefasius, hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten SBD, yakni mewujudkan daerah yang berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045.

“Daerah yang hebat tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui kualitas manusianya. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi mampu melahirkan pemahaman, kepedulian, dan tindakan nyata di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi itu turut dihadiri pengurus TP PKK Kabupaten SBD, jajaran Pokja I, para narasumber, tokoh masyarakat, serta para pelajar sebagai peserta kegiatan. (rnc29)