So’E, RakyatNTT.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak Gereja Bethel Indonesia (GBI) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menangani kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membangun daerah secara bersama-sama.

Ajakan tersebut disampaikan Melki saat menghadiri Sidang Majelis Daerah (SMD) Khusus Gembala Badan Pengurus Daerah (BPD) GBI NTT di Aula Hotel Bahagia Dua, SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (7/5/2026).

Dalam forum yang berlangsung pada 6–8 Mei 2026 itu, Melki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, untuk menjawab berbagai persoalan mendasar di daerah.

“NTT saat ini masih menghadapi banyak persoalan, mulai dari kemiskinan, stunting, kualitas pendidikan, keterbatasan ekonomi sosial dan sebagainya. Karena itu membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Semua pihak harus bergerak bersama dengan spirit ‘Ayo Bangun NTT’,” kata Melki.

Menurutnya, gereja memiliki peran strategis bukan hanya dalam pelayanan rohani, tetapi juga dalam memperkuat kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Ia mengapresiasi kontribusi GBI yang selama ini dinilai aktif membina jemaat, membangun hubungan baik dengan pemerintah daerah, hingga mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya berterima kasih karena GBI menunjukkan bahwa gereja bukan hanya bermakna bagi jemaatnya sendiri, tetapi juga berdampak bagi masyarakat sekitar dan bekerja sama dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Melki secara khusus menyoroti pentingnya penguatan ekonomi masyarakat sebagai fokus pembangunan Pemprov NTT saat ini. Menurut dia, banyak persoalan sosial di NTT berakar dari kemiskinan dan ketidakberdayaan ekonomi.

“Banyak persoalan di NTT terjadi karena kemiskinan. Orang tidak bisa sekolah karena miskin, banyak persoalan sosial juga berakar dari ketidakberdayaan ekonomi. Karena itu kami ingin fokus membangun ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTT saat ini menjalankan visi pembangunan “NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan” yang diperkuat dengan semangat kolaborasi lintas sektor.

Melki menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri tanpa dukungan gereja, komunitas, dan masyarakat.

“Spirit kolaborasi itu kami sebut ‘Ayo Bangun NTT’. Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Semua pihak harus terlibat untuk membangun daerah ini bersama-sama,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Melki juga menekankan pentingnya nilai gotong royong sebagai fondasi kehidupan masyarakat Indonesia yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran gereja.

Ia turut menyinggung sejarah lahirnya Pancasila yang menurutnya tidak terlepas dari kontribusi masyarakat NTT ketika Presiden pertama RI Soekarno menjalani masa pengasingan di Ende, Flores.

“Orang sering bertanya apa sumbangan terbesar NTT untuk Indonesia. Saya katakan salah satunya adalah membantu Bung Karno menemukan Pancasila saat di Ende. Dari sana lahir pemahaman bahwa bangsa ini harus dibangun dalam keberagaman dan gotong royong,” kata Melki.

Menurutnya, nilai gotong royong dalam Pancasila memiliki kesamaan dengan ajaran Yesus Kristus tentang pentingnya hidup bersama dan saling melayani.

“Dari awal para pendiri bangsa sudah meletakkan bahwa kita tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Kita harus membuka tangan, bergandengan tangan dan membangun bersama,” ujarnya.

Melki berharap Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala BPD GBI NTT tidak sekadar menjadi agenda organisasi gereja, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat pelayanan dan persatuan.

“Saya percaya keputusan-keputusan yang dihasilkan dari sidang ini bukan hanya dokumen organisasi, tetapi buah nyata yang bisa dipraktikkan dalam pelayanan dan kehidupan sosial masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Melki juga mengajak para pemimpin gereja membangun sinergi konkret dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kita ingin mendiskusikan apa yang bisa kita kerjakan bersama secara konkret. Pemerintah provinsi terbuka untuk membangun kerja sama dengan GBI demi memperkuat masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Ia juga menyoroti posisi strategis Kabupaten Timor Tengah Selatan sebagai salah satu daerah dengan jumlah penduduk terbesar di NTT.

“Kalau TTS bergerak maju, maka itu juga membantu kemajuan NTT. Karena TTS adalah salah satu daerah dengan penduduk terbanyak di provinsi ini,” katanya.

Selain itu, Melki menyampaikan apresiasi kepada para pendeta dan hamba Tuhan yang selama ini terus mendoakan serta mendukung pemerintah daerah dalam menjalankan pelayanan publik.

“Kami berharap gereja terus menjadi mitra pemerintah dalam melayani masyarakat tanpa membedakan siapa pun,” ujarnya.

Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala BPD GBI NTT diikuti para pendeta dan pengurus gereja dari berbagai wilayah di NTT. Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus pembahasan arah pelayanan gereja di daerah. (*/rnc)